AS Mulai Operasi Selat Hormuz dan Respon Serangan Rudal Iran

Share

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) meluncurkan operasi baru di Selat Hormuz pada Senin (20/7/2026) guna merespons aktivitas militer Iran. Langkah ini diambil di tengah eskalasi konflik regional yang melibatkan penembakan rudal serta intersepsi proyektil di Yordania dan Israel.

Eskalasi pertikaian kian meningkat setelah adanya serangan rudal dari pihak Amerika Serikat di Selat Hormuz. Selain itu, laporan mengenai timbulnya korban jiwa dari personel militer AS juga terus ditindaklanjuti melalui proses identifikasi.

Operasi militer dilancarkan demi menekan potensi gangguan terhadap kapal-kapal niaga di jalur perdagangan tersebut.

"gelombang serangan baru " ujar Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM).

Pihak militer menyatakan tindakan ketat ini difokuskan guna membatasi ruang gerak persenjataan Iran di kawasan laut strategis.

"melemahkan" kata Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM).

Dukungan atas langkah tegas di jalur pelayaran internasional ini turut disuarakan oleh otoritas diplomatik Washington.

"Selat Hormuz adalah jalur pelayaran internasional, tetapi mereka terus menyerang kapal-kapal yang melintas di sana," papar Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS.

Pemerintah AS menyatakan perlawanan akan terus diberikan selama intimidasi di kawasan perairan tetap terjadi, meski opsi negosiasi tidak sepenuhnya ditutup.

"Selama Iran bersikeras mengendalikan jalur pelayaran internasional itu, kami akan terus merespons. Amerika Serikat selalu terbuka terhadap solusi diplomatik." kata Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS.

Di sisi lain, proses penanganan korban atas insiden serangan militer terdahulu yang berlokasi di Yordania masih berjalan.

"jenazah yang belum teridentifikasi" ucap juru bicara CENTCOM.

Sebelumnya, ketegangan meluas setelah militer Israel mendeteksi peluncuran rudal Iran menuju Aqaba. Penembakan pencegat dilakukan demi menghindari bahaya jatuhan puing di area padat.

"meluncurkan beberapa pencegat ke arah puing-puing rudal untuk mencegah dampak puing-puing di wilayah Israel" kata juru bicara militer Israel.

Penyisiran pasca-intersepsi mengonfirmasi bahwa pecahan material jatuh jauh dari pemukiman warga.

"Akibatnya, pecahan rudal pencegat ditemukan di area terbuka dekat kota Eilat. Tidak ada kerusakan atau korban luka yang dilaporkan," ungkap militer Israel.

Pertahanan udara Yordania turut bergerak aktif melumpuhkan ancaman proyektil yang memasuki wilayah kedaulatan mereka.

"tiga rudal Iran yang menargetkan wilayah kerajaan tersebut" ujar militer Yordania.

Pemerintah Yordania menegaskan situasi di kawasan Aqaba tetap terkendali dan membantah rumor penghentian aktivitas transportasi publik.

"pihak berwenang belum mengeluarkan keputusan apa pun untuk mengevakuasi Bandara Aqaba atau pelabuhan, dan keduanya beroperasi normal" kata Mohammad al-Momani, Juru bicara pemerintah Yordania.

Otoritas keamanan setempat memastikan tidak ada gangguan terhadap aktivitas warga maupun pusat logistik.

"Tidak ada potensi ancaman yang tercatat oleh otoritas Yordania dalam beberapa jam terakhir," ungkap Mohammad al-Momani, Juru bicara pemerintah Yordania.

Sektor perhubungan publik maupun operasional pelabuhan dipastikan berjalan tanpa hambatan.

"Bandara dan pelabuhan beroperasi secara normal," tegas Mohammad al-Momani, Juru bicara pemerintah Yordania.

Meski operasional berjalan biasa, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Amman sempat menerbitkan imbauan kewaspadaan bagi warganya.

"spesifik dan kredibel" ujar Kedutaan Besar Amerika Serikat di Amman.

Warga Amerika Serikat diimbau untuk membatasi pergerakan di fasilitas vital demi keselamatan pribadi.

"Kami sangat menyarankan seluruh warga Amerika untuk tidak bepergian ke bandara maupun pelabuhan. Tetap ikuti seluruh arahan keamanan dari otoritas Yordania," tulis Kedutaan Besar Amerika Serikat di Amman.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author