AS Minta Tambahan Dana Perang Iran Usai Tembus 37 Miliar Dolar
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth memaparkan bahwa biaya konflik bersenjata dengan Iran telah menghabiskan dana sebesar 37,5 miliar dolar AS dalam sidang Senat pada Selasa (21/7/2026). Hegseth bersama Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine mendatangi Kongres AS untuk mengajukan anggaran tambahan untuk mendanai operasi militer yang masih terus berjalan tersebut.
Pengajuan anggaran tersebut memicu perdebatan sengit di Kongres, di mana Senator Demokrat Gary Peters mengkritik keras strategi pemerintah dan menyebut kepemimpinan Hegseth telah gagal. Pemerintah AS sendiri meminta alokasi dana tambahan mendekati 70 miliar dolar AS untuk kebutuhan Pentagon hingga akhir tahun fiskal.
Di luar ruang sidang, dampak ekonomi global akibat eskalasi konflik mulai terasa meluas ke jalur pelayaran energi vital. Firma analisis pelayaran Kpler melaporkan bahwa ancaman milisi Houthi di Selat Bab el-Mandeb berpotensi mengganggu jalur distribusi yang membawa seperempat pasokan minyak dunia secara bersamaan dengan Selat Hormuz.
Data Kpler menunjukkan jumlah kapal yang melintasi Selat Bab el-Mandeb telah meloncat turun hingga 43 persen dibandingkan puncaknya pada 2023, dengan rata-rata hanya 41 kapal per hari. Pengangkutan minyak mentah Arab Saudi melalui selat tersebut juga merosot 34 persen dalam dua minggu terakhir menjadi 19,50 juta barel.