AS Longgarkan Sanksi Minyak Iran Selama Enam Puluh Hari

Share

Kementerian Keuangan Amerika Serikat menerbitkan lisensi khusus berdurasi 60 hari untuk menangguhkan sanksi terhadap minyak Iran pada Senin, 22 Juni 2026, sebagai bagian dari kesepakatan sementara untuk mengakhiri konflik.

Kebijakan pelonggaran sanksi ini diumumkan langsung oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent melalui sebuah unggahan di media sosial X dengan mengacu pada kelanjutan pembicaraan yang produktif di Swiss. Izin impor minyak tersebut dijadwalkan akan berlaku hingga tanggal 21 Agustus 2026 mendatang.

Langkah ekonomi ini menandai perubahan besar karena AS tercatat belum pernah lagi mengimpor minyak dalam jumlah signifikan dari Teheran sejak dekade 1990-an akibat pembatasan perbankan dan perselisihan hukum.

Pelonggaran sanksi bergulir di tengah proses perundingan yang berlangsung di Obbuergen, Swiss. Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa dialog panjang dengan pejabat senior Iran telah menciptakan landasan yang baik untuk mencapai kesepakatan akhir.

"The final deal is the house," kata JD Vance, Wakil Presiden AS kepada wartawan setelah berdiskusi dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf. "We set the foundation. We haven't built the house, but we've laid a successful foundation to get to a good place for the American people."

Selain membahas pemulihan ekonomi, delegasi Amerika Serikat juga mengklaim adanya kemajuan di beberapa sektor lain. Salah satunya mencakup pembentukan mekanisme khusus guna memastikan Selat Hormuz tetap terbuka bagi jalur energi global.

Vance juga sempat memberikan tanggapan terkait adanya ancaman dari Presiden Donald Trump di media sosial yang sempat mengganggu jalannya proses diplomasi dengan pihak Iran.

"No, they didn't throw a wrench in the system," ujar JD Vance, Wakil Presiden AS. "Yes, they did threaten to walk out, or at least there were social media threats that they would walk out. But we were negotiating well past one in the morning yesterday, so they didn't walk out."

Pemerintah AS turut melontarkan gagasan untuk mencairkan aset Iran yang dibekukan agar dapat digunakan membeli produk pertanian Amerika Serikat seperti kedelai, jagung, dan gandum. Usulan tersebut dirancang oleh Jared Kushner bersama pejabat Qatar.

"What we told the Iranians yesterday is when you guys engage in what us millennials might call trash talk, you can't expect the President of the United States not to respond and not to correct the record," kata JD Vance, Wakil Presiden AS.

Perwakilan teknis dari kedua negara dijadwalkan akan tetap berada di Swiss untuk merumuskan detail kesepakatan lanjutan selama jangka waktu 60 hari ke depan.

"We wanted to set up a structure for that so that you could have proper political oversight, but obviously, as much as this place is very beautiful, I can't stay here for the next 60 days," kata JD Vance, Wakil Presiden AS.

Pihak Iran menyepakati adanya kemajuan besar terkait penghentian pertempuran di Lebanon yang melibatkan kelompok Hizbullah dan pasukan Israel sebagai fokus utama mereka.

"Iran must immediately stop their highly paid PROXIES in Lebanon from causing trouble. If they don't, we'll hit Iran very hard again, just like we did last week, only harder!!!" tulis Donald Trump, Presiden AS dalam unggahan media sosialnya saat negosiasi berjalan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author