AS dan Israel Bersiap Serang Pembangkit Listrik Serta Kilang Minyak Iran

Share

Amerika Serikat dan Israel dilaporkan sedang bersiap melancarkan operasi pengeboman paling intens yang menargetkan infrastruktur energi Iran, termasuk pembangkit listrik dan kilang minyak. Rencana aksi militer gabungan di kawasan Timur Tengah ini diperkirakan dapat terjadi pada akhir pekan ini, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Sabtu (1/8/2026).

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghantam Iran dengan aksi militer yang kuat di tengah pertempuran kawasan yang kembali berkobar. AS dan Israel bertekad memenangkan perang melawan Iran yang telah bermula dari serangan gabungan pada akhir Februari lalu.

"Itu mengerikan. Ingatlah gambar tersebut. Seperti itulah nasib kita dalam tiga tahun ke depan jika pihak yang salah berkuasa," kata Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Trump saat mengomentari situasi krisis migran di Ceuta yang dinilainya bak sebuah invasi. Selain mengomentari isu migran Spanyol, Trump juga memimpin rapat kabinet di kompleks peristirahatan kepresidenan Camp David, Maryland, untuk membahas perkembangan operasi militer terkini.

"Kita hanya ingin menang. Kita melakukannya dengan sangat baik. Kita berusaha untuk bersikap sebaik mungkin dalam situasi seperti itu. Namun, mereka sedang dihancurkan," kata Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Laporan dari media AS seperti CBS News dan Wall Street Journal mengindikasikan adanya pembahasan untuk merampungkan operasi militer sebelum pasar keuangan dibuka pada Senin (3/8) mendatang guna meminimalkan dampak ekonomi. Selain ancaman terhadap infrastruktur energi, pejabat AS dilaporkan turut mempertimbangkan opsi memutus aliran listrik ke Teheran.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pasukan khusus militer Israel siap melakukan intervensi jika dirinya ditangkap di luar negeri atas surat perintah Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Di sisi lain, pihak Israel menyatakan tidak akan menarik pasukan Angkatan Bersenjata Israel (IDF) dari Gaza tanpa adanya perlucutan senjata secara nyata dari Hamas.

"Israel telah menegaskan kembali bahwa tidak akan ada penarikan pasukan IDF sama sekali dari 'Garis Kuning' saat ini, kecuali Hamas melakukan perlucutan senjata yang sungguh-sungguh," kata sumber politik Israel.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author