Amerika Serikat dan Iran Sepakat Hentikan Serangan di Selat Hormuz

Share

Amerika Serikat dan Iran sepakat menghentikan aksi saling serang di Selat Hormuz sebelum melanjutkan perundingan perdamaian di Doha pada pekan ini, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz pada Senin (29/6).

Kesepakatan de-eskalasi ini tercapai setelah ketegangan meningkat akibat rangkaian serangan balasan sejak Kamis lalu, yang sempat mengancam pemulihan jalur perdagangan minyak dan gas global pasca-kesepakatan perdamaian sementara bulan ini.

Ketegangan bermula ketika Iran menyerang kapal kontainer pada Kamis, yang dibalas oleh serangan udara Washington pada hari berikutnya. AS kembali meluncurkan serangan pada Sabtu malam terhadap sepuluh target militer Iran setelah Teheran menyerang kapal pengangkut minyak Qatar di Selat Hormuz.

Imbas insiden tersebut, Pusat Informasi Maritim Gabungan menaikkan status ancaman keamanan di Selat Hormuz menjadi substansial dan memperluas rute Oman agar kapal dapat melintas dua arah secara bersamaan. Pihak Kuwait melaporkan telah mencegat dua rudal tanpa kerusakan, sementara Bahrain mencatat serangan pada bangunan tempat tinggal tanpa korban jiwa.

Perundingan di Doha yang awalnya membahas teknis program nuklir kini difokuskan pada pembukaan Selat Hormuz, jalur yang dilewati seperlima komoditas minyak dan gas dunia. Kapal-kapal dagang kini dilaporkan mulai melintas kembali dengan bebas melalui rute Oman dan Iran yang telah ditentukan selama proses diskusi berlangsung.

Respons keras sempat disampaikan oleh pihak otoritas AS terkait eskalasi militer di wilayah koridor maritim tersebut sebelum tercapainya kesepakatan jeda serangan.

"Mungkin akan tiba saatnya kita tidak lagi mampu bersikap rasional, dan akan dipaksa untuk menyelesaikan secara militer pekerjaan yang telah kita mulai dengan sangat sukses," kata Presiden Donald Trump.

Pasca-pernyataan tersebut, Trump terpantau melakukan aktivitas domestik di Washington DC pada Minggu pagi. Ia meninjau beberapa lokasi proyek renovasi sepihak, termasuk area Kolam Refleksi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author