AS Bantah Isu Bentrokan dan Korban Tewas di Kapal Induk Lincoln
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) membantah laporan yang menyebutkan tujuh personel Angkatan Laut AS tewas dalam perkelahian di atas kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN 72) di kawasan Timur Tengah pada Jumat (14/8/2026).
Pernyataan resmi militer AS tersebut dirilis untuk merespons pemberitaan kantor berita Iran, Tasnim News Agency, yang mengutip sumber militer terkait adanya bentrokan sengit antar-prajurit akibat pemicu penugasan yang berkepanjangan.
Menurut laporan Tasnim, perselisihan fisik menggunakan senjata tajam pecah setelah penasihat Komandan CENTCOM Brad Cooper mendapat lemparan botol saat menemui awak kapal yang mengeluhkan lamanya masa penugasan.
CENTCOM menegaskan bahwa kabar kericuhan maupun peningkat niat bunuh diri di kapal induk tersebut merupakan klaim yang keliru.
"Selama 48 jam terakhir, berbagai media telah melaporkan beberapa klaim palsu terkait penempatan USS Abraham Lincoln (CVN 72) ke Timur Tengah. Satu laporan menuduh tujuh pelaut tewas dalam perkelahian di atas kapal induk dan laporan lain baru-baru ini, menyebutkan adanya peningkatan niat bunuh diri. Laporan-laporan ini SALAH," tulis CENTCOM melalui platform X.
Pihak militer menambahkan bahwa seluruh prajurit berada dalam kondisi tangguh meski telah bertugas di laut selama lebih dari 260 hari.
"USS Abraham Lincoln mempertahankan salah satu tingkat perpanjangan masa tugas awak kapal tertinggi (84,4%) di antara semua kapal induk di Angkatan Laut AS. Para pelaut dan marinir dari Gugus Tempur Kapal Induk Abraham Lincoln tetap tangguh dan gigih setelah lebih dari 260 hari di laut, 10.000 penerbangan pesawat, dan 1,5 juta pon amunisi yang digunakan," imbuh militer AS tersebut.
Otoritas militer juga mengonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam tugas penempatan ini, melainkan hanya satu insiden prajurit yang jatuh ke laut namun berhasil diselamatkan.
"Tidak ada anggota militer di atas kapal induk yang meninggal, dan satu pelaut yang jatuh ke laut pada 3 Agustus dengan cepat dan aman telah diselamatkan. Pemberitaan yang salah tentang penempatan bersejarah Abraham Lincoln merugikan para prajurit kita dan orang-orang yang mereka cintai," imbuh CENTCOM.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menepis kekhawatiran pihak keluarga terkait kondisi kesehatan mental maupun masa penugasan prajurit yang telah berjalan selama sembilan bulan.
"Tidak, mereka tidak khawatir," kata Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menanggapi pertanyaan wartawan pada Sabtu (15/8/2026).
Trump menolak pandangan yang menyebut masa penempatan kapal induk tersebut terlalu lama di kawasan konflik.
"Tidak, tidak, tidak, justru belum cukup lama," ujarnya.
Di sisi lain, politisi Partai Demokrat menyuarakan keprihatinan atas kondisi operasional militer AS di kapal induk tersebut.
"Ketika Pete Hegseth dinominasikan, semua orang tahu dia sama sekali tidak kompeten," kata Chuck Schumer dalam sebuah unggahan di platform media sosial X.
Pemimpin Minoritas Senat Amerika Serikat tersebut menuntut adanya perombakan kepemimpinan di tubuh Departemen Pertahanan AS.
"Sekarang para pelaut pemberani kita membayar harganya dengan cara yang mengerikan dan tak terbayangkan. Pete Hegseth harus segera dipecat," imbuh Chuck Schumer.