Arus Bawah Prabowo Dukung Kebijakan Transformatif Pemerintah
Ketua Umum DPP Arus Bawah Prabowo (ABP) Michael F Umbas menyoroti pidato Presiden Prabowo Subianto yang dinilai tidak sekadar memaparkan capaian pemerintah, melainkan menjadi penegasan arah transformasi Indonesia dalam bentuk kebijakan konkret pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPD DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026), dilansir dari Detikcom.
Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintahannya telah mengambil dan menjalankan 121 kebijakan transformatif selama 21 bulan menjabat. Langkah tersebut diambil guna mengatasi berbagai persoalan negara yang dinilai rumit dan bertahun-tahun sulit diselesaikan.
Umbas menyatakan bahwa tantangan utama saat ini adalah memastikan seluruh kebijakan tersebut memberikan dampak langsung kepada masyarakat di tingkat akar rumput.
"Pidato Presiden Prabowo hari ini memperlihatkan bahwa pemerintah tidak ingin berhenti pada retorika. Ada keberanian mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan yang selama bertahun-tahun dianggap sulit, dan yang paling penting, keberpihakan kepada rakyat," ujar Umbas.
Ia menekankan bahwa indikator keberhasilan suatu kebijakan terletak pada sejauh mana manfaatnya dirasakan oleh publik.
"Ukuran keberhasilan bukan hanya berapa banyak kebijakan yang dibuat, tetapi seberapa besar manfaatnya dirasakan rakyat. Dan dampak positif itu mulai dirasakan. Karena itu, ABP akan terus mendukung sekaligus mengawal agar transformasi ini benar-benar sampai ke bawah," kata Umbas.
ABP mengapresiasi fokus pemerintah pada pembangunan sumber daya manusia, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembenahan fasilitas sekolah, dan penguatan ketahanan pangan.
"Anak-anak yang sehat, mendapatkan makanan bergizi dan pendidikan yang layak adalah investasi terbesar bangsa. Transformasi tidak boleh hanya terlihat dalam statistik. Transformasi harus hadir di meja makan rakyat, di sekolah, di layanan kesehatan, dan dalam terbukanya kesempatan kerja," kata Umbas.
Selain program sosial, langkah pemerintah dalam melakukan restrukturisasi BUMN juga dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi dan tata kelola ekonomi nasional.
"BUMN harus benar-benar menjadi kekuatan ekonomi nasional. Struktur yang terlalu gemuk jangan sampai justru membebani dan membuat negara tidak efisien. Keberanian melakukan restrukturisasi patut didukung sepanjang arahnya jelas: memperkuat tata kelola, meningkatkan daya saing dan memperbesar manfaat BUMN bagi negara dan rakyat," ujarnya.
Umbas menegaskan komitmen ABP untuk mengawal pelaksanaan agenda pemerintahan Prabowo-Gibran agar seluruh program menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
"Pidato hari ini adalah penegasan arah sekaligus kontrak moral untuk bekerja lebih keras. Presiden sudah menunjukkan arah, keberanian dan targetnya. Sekarang tugas seluruh elemen bangsa adalah bergotong royong memastikan transformasi itu benar-benar menghasilkan Indonesia yang lebih kuat, mandiri dan sejahtera. Negara harus hadir, dan rakyat harus merasakan kehadiran itu," pungkas Umbas.
Dalam pidatonya di hadapan majelis parlemen, Prabowo menyampaikan pertanggungjawaban kinerjanya sejak mengucapkan sumpah jabatan presiden.
"Hari ini, 21 bulan sejak sumpah itu saya ucapkan, saya kembali ke hadapan majelis ini, saya kembali untuk menyampaikan apa yang telah kita kerjakan, apa yang mulai kita lihat hasil-hasilnya dan apa yang masih harus kita selesaikan," ujar Prabowo.
Prabowo mengakui belum seluruh janji politiknya dapat dipenuhi, tetapi menegaskan bahwa pemerintahannya berhasil membuktikan penyelesaian sejumlah persoalan rumit dalam kurun kurang dari dua tahun.