Arsenal Bidik Trofi Juara Liga Champions Lewat Rekor Unbeaten

Share

Pertandingan final Liga Champions musim ini akan mempertemukan Arsenal dengan Paris Saint-Germain. Tim Meriam London berpeluang mengangkat trofi juara dengan status unbeaten alias tidak terkalahkan jika berhasil menumbangkan lawannya tersebut. Dikutip dari Bola, Arsenal melangkah ke partai puncak setelah mendepak Atletico Madrid dengan keunggulan agregat 2-1.

Sementara itu, Paris Saint-Germain lolos ke final seusai melewati duel sengit melawan Bayern Munchen yang berakhir dengan agregat tipis 6-5. Kedua tim saat ini sama-sama memegang status sebagai jawara di kompetisi domestik masing-masing. Keberhasilan memenangi laga final ini akan membuat salah satu tim sukses mengawinkan gelar juara liga domestik dengan trofi Liga Champions.

Pertemuan di babak final ini menjadi duel kedelapan bagi Arsenal dan Paris Saint-Germain di panggung Eropa. Dari tujuh bentrokan sebelumnya, kedua tim mencatatkan rekor seimbang dengan masing-masing mengemas dua kemenangan dan tiga laga lain berakhir seri.

Kendati demikian, Arsenal tercatat selalu kalah dalam dua pertemuan terakhir mereka. Pada babak semifinal Liga Champions musim 2024/2025 lalu, Arsenal takluk 0-1 dari Paris Saint-Germain di leg pertama dan kembali kalah 1-2 pada leg kedua. Meskipun memiliki rekor buruk dalam pertemuan terakhir, Arsenal berkesempatan mengukir sejarah baru. Kemenangan atas Paris Saint-Germain tidak hanya membuahkan trofi Si Kuping Besar yang pertama untuk mereka, melainkan juga catatan impresif tanpa kekalahan.

Sejauh ini, skuad asuhan Mikel Arteta tersebut sudah mengoleksi 11 kemenangan dan tiga hasil imbang dari 14 laga di Liga Champions musim ini. Keberhasilan mempertahankan tren positif ini akan membawa Arsenal masuk ke dalam kelompok klub elite Eropa. Arsenal bisa menjadi tim ke-10 yang menjuarai kompetisi tertinggi Eropa ini dengan status tidak terkalahkan. Sembilan klub terdahulu yang pernah mencatatkan rekor ini di antaranya adalah Liverpool pada 1980/1981, Inter Milan pada 1963/1964, serta Nottingham Forest pada 1978/1979.

Selain tiga tim tersebut, rekor unbeaten juga pernah diukir oleh Red Star Belgrade pada 1990/1991, Olympique Marseille pada 1992/1993, AC Milan pada musim 1988/1999 dan 1993/1994, Ajax Amsterdam pada 1971/1972, Barcelona pada 2005/2026, hingga Manchester United pada 1998/1999 dan 2007/2008.

Tuntutan Tampil Maksimal dari Declan Rice

Menjelang pertandingan krusial ini, sektor tengah Arsenal menjadi perhatian khusus. Gelandang Arsenal, Declan Rice, memberikan pandangannya mengenai kekuatan Paris Saint-Germain yang dinilai sebagai lawan tangguh.

"Anda harus berada dalam performa terbaik untuk mengalahkan Paris Saint-Germain. Anda membutuhkan semangat membara sejak peluit pertama berbunyi, keyakinan bahwa Anda akan memenangkan final ini," kata Declan Rice.

"Ini adalah kompetisi terbesar dalam dunia sepak bola. Final Liga Champions, tidak ada panggung yang lebih besar dari itu. Sebuah kesempatan luar biasa, peluang yang sangat besar," ujar Declan Rice.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author