Arkeolog Temukan Makam Atlet Kuno Berusia 2.400 Tahun di Turki
Penggalian di kawasan kota kuno Aspendos, Turki, berhasil menemukan sebuah makam berusia lebih dari 2.400 tahun. Dilansir dari Detikcom, penemuan sarkofagus ini menarik perhatian karena memuat artefak unik berupa koin bergambar pegulat.
Keberadaan koin tersebut memunculkan spekulasi awal bahwa jasad yang berada di dalam makam merupakan seorang atlet atau pegulat dari zaman kuno. Walau demikian, para peneliti masih bersikap hati-hati dalam menarik kesimpulan akhir.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, menyampaikan bahwa artefak ini berasal dari rentang abad ke-5 SM hingga abad ke-4 SM. Penemuan terjadi di tengah proyek eksplorasi sejarah yang tengah berlangsung di wilayah tersebut.
"Kami menemukan makan tipe sarkofagus yang berasal dari seperempat terakhir abad ke-5 Masehi hingga abad ke-4 SM. Koin Aspendos dengan gambar pegulat dan artefak lain yang ditemukan di makam tersebut menunjukkan bahwa orang yang dimakamkan di sini mungkin terlibat dalam olahraga, mungkin bahkan seorang pegulat dari Aspendos," kata Ersoy dalam pernyataannya.
Pemerintah Turki menegaskan komitmennya untuk terus mengungkap fakta-fakta sejarah yang tersembunyi melalui serangkaian penelitian ilmiah. Upaya ini dilakukan demi melestarikan warisan budaya untuk generasi mendatang.
Meski terdapat petunjuk awal, keraguan mengenai identitas pasti jasad tersebut tetap muncul di kalangan sejarawan. Sejarawan Universitas Iowa, Sarah E. Bond, menilai bahwa koin saja tidak memadai untuk menetapkan status jasad sebagai atlet Yunani era Klasik.
Anatomi tulang, seperti bekas patah tulang hidung yang telah pulih, dinilai lebih efektif sebagai bukti kuat aktivitas fisik seorang atlet. Pengujian mendalam terhadap jasad dinilai menjadi langkah wajib untuk memastikan hal itu.
"Analisis lebih lanjut diperlukan untuk memastikan identitas jasad, koin ini jumlahnya tidak sedikit dan memang digunakan sebagai alat pembayaran oleh seluruh penduduk, bukan hanya pegulat saja," tutur Sejarawan Universitas Iowa, Sarah E. Bond dikutip dari Live Science.
Aspendos sendiri merupakan kota bersejarah Yunani-Romawi yang berjarak 16 kilometer dari Laut Mediterania. Didirikan oleh masyarakat Yunani pada abad ke-5 SM, kawasan ini berkembang pesat sebagai pusat perdagangan komoditas kayu, minyak zaitun, garam, hingga kuda.
Aktivitas olahraga memang menjadi bagian integral dari kehidupan warga Aspendos pada masa lalu. Kota ini dilengkapi fasilitas gulat, gimnasium bergaya Yunani, serta stadion berkapasitas 8.000 penonton yang dibangun pada abad ke-2 Masehi.
Mata uang yang ditemukan di dalam sarkofagus diketahui sebagai jenis Pamphylia stater yang mulai beredar pada abad ke-4 SM. Olahraga gulat saat itu merupakan cabang utama dalam tradisi Yunani Kuno dan terintegrasi dalam Olimpiade Kuno.
Tampilan belakang koin memperlihatkan sosok pelempar batu yang dilengkapi simbol tiga kaki atau triskeles. Simbol khusus ini secara historis dipakai sebagai lambang resmi dari kota kuno Aspendos.
Penemuan mata uang sejenis sebelumnya juga pernah tercatat di distrik Mut, provinsi Mersin pada tahun 2007. Dalam pencarian tersebut, tim peneliti berhasil mengamankan sekitar 270 koin dengan variasi cetakan serta nama hakim yang berbeda-beda.
Perbandingan dengan Temuan Atlet di Italia
Kondisi penemuan di Aspendos sering dibanding-bandingkan dengan penemuan jasad atlet kuno yang bertempat di Taranto, Italia. Kawasan Taranto dahulu merupakan bagian dari wilayah Magna Graecia yang amat kental dengan pengaruh kebudayaan Yunani.
Pada kasus di Italia, bukti arkeologis yang ditemukan dinilai jauh lebih spesifik dan langsung mengarah pada profesi atlet. Salah satu indikasinya adalah posisi genggaman tangan jasad pada wadah minyak minyak atau alabastron.
Riset lanjutan terhadap jasad di Taranto mengungkap postur tubuh setinggi 170 sentimeter, yang berada di atas rata-rata populasi masa itu. Analisis struktur gigi juga memperlihatkan pola konsumsi tinggi protein laut dan daging serta rendah karbohidrat.
Hingga kini, bukti-bukti lanjutan masih terus dikumpulkan oleh para ahli guna mengonfirmasi identitas asli jasad yang bersemayam di sarkofagus Aspendos tersebut.