Arkeolog Temukan Ratusan Geoglif Peradaban Kuno Aquiry di Amazon

Share

Teknologi pemindaian laser lidar berhasil menembus kelebatan kanopi hutan hujan Amazon di Brasil. Peneliti menemukan ratusan struktur tanah kuno peninggalan peradaban Aquiry yang misterius dari dua milenium silam, dilansir dari Detik iNET.

Peradaban multikultural Aquiry ini pertama kali muncul sekitar 2.500 tahun lalu di kawasan Brasil. Para peneliti mengestimasi jumlah populasi masyarakat ini pernah mencapai 3 juta jiwa sebelum akhirnya runtuh.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature memaparkan survei pada area hutan Amazon seluas hampir 4.500 kilometer persegi. Pemindaian tersebut mengidentifikasi 396 geoglif baru sekaligus memperjelas batas geografis peradaban kuno tersebut.

"Berbagai budaya dan masyarakat yang membentuk Aquiry berbagi pandangan dunia yang sama dan membangun pusat-pusat upacara dalam berbagai bentuk geometris monumental, ditandai parit-parit dalam serta tanggul luar yang tinggi, atau yang umumnya dikenal sebagai geoglif Amazon," kata Martti Parssinen, arkeolog Universitas Helsinki.

Parssinen yang telah meneliti struktur tanah geometris di negara bagian Acre selama lebih dari dua dekade menamai peradaban ini Aquiry pada 2021, merujuk pada nama Sungai Acre.

Pola Hidup dan Kejayaan Masyarakat Aquiry

Sebagian besar bukti keberadaan masyarakat Aquiry didapatkan dari pemindaian laser terhadap geoglif yang dibangun antara 600 SM hingga 850 M. Penduduknya menghuni rumah-rumah panjang di sekitar geoglif serta bercocok tanam jagung dan labu.

"Menurut tradisi lisan penduduk asli, pusat-pusat Aquiry dibangun untuk membina hubungan antar komunitas serta dengan makhluk supranatural yang penting," ujar Parssinen.

Hingga kini, arkeolog telah mengidentifikasi sekitar 1.700 geoglif di kawasan tersebut. Peneliti menduga masih ada lebih dari 20.000 struktur tanah serupa yang tersembunyi di wilayah yang belum tersurvei.

Pembangunan serta perawatan satu geoglif diperkirakan membutuhkan sekitar 300 orang. Berdasarkan perhitungan ini, puncak kejayaan Aquiry diprediksi terjadi antara tahun 100 hingga 300 M dengan populasi 1,25 juta sampai 3 juta jiwa.

Misteri Keruntuhan dan Kemiripan dengan Garis Nazca

Struktur tanah geometris serupa bertarikh 200 SM hingga 500 M juga ditemukan di Peru, yang dikenal sebagai Nazca Lines. Geoglif di Peru tersebut membentuk gambar hewan, tumbuhan, manusia, hingga figur fantastis.

Keberadaan ribuan geoglif di wilayah barat daya Amazon ini menyisakan teka-teki mengenai hilangnya peradaban Aquiry secara mendadak. Bukti lapangan mengindikasikan adanya keruntuhan cepat yang terjadi dalam kurun waktu singkat.

"Kita tidak tahu mengapa geoglyph tiba-tiba ditinggalkan antara tahun 850 dan 950 M. Bukti yang tersedia menunjukkan keruntuhan relatif cepat yang mungkin terkait hilangnya kekuatan pra-kolonial utama lainnya termasuk peradaban Maya Klasik di Amerika Tengah dan peradaban Tiwanaku dan Wari di Andes," sebutnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author