Argentina Hadapi Swiss di Perempat Final Piala Dunia 2026

Share

Tim nasional Argentina bersiap menghadapi Swiss dalam babak perempat final Piala Dunia 2026 di Kansas City Stadium, Amerika Serikat, pada Minggu (12/7) pukul 08.00 WIB.

Argentina yang berada di peringkat dua ranking FIFA berpeluang melaju ke babak final tanpa harus bertemu tim dari posisi 10 besar dunia jika berhasil melewati Swiss. Dilansir dari One Football melalui sport.detik.com, sepanjang turnamen ini Lionel Messi dan kawan-kawan belum pernah berhadapan dengan tim berperingkat 10 besar setelah sebelumnya menumbangkan Aljazair, Austria, Yordania, Cape Verde, dan Mesir.

Sementara itu, Swiss melaju ke perempat final setelah menyingkirkan Kolombia lewat adu penalti dengan skor 4-3. Menurut laporan dari cnnindonesia.com, kapten Argentina Lionel Messi terlihat santai di tepi lapangan saat sesi latihan terbuka menjelang pertandingan tersebut.

Di kubu lawan, kapten timnas Swiss Granit Xhaka memberikan penghormatan tinggi kepada kapten Albiceleste tersebut menjelang laga krusial ini.

“kehormatan yang luar biasa” kata Granit Xhaka, Kapten Timnas Swiss.

Xhaka juga mengakui besarnya tantangan untuk meredam pergerakan sang megabintang di lapangan sepanjang pertandingan.

“Saya tidak tahu apakah kami bisa menghentikannya selama 90 menit, atau bahkan 120 menit… Bagi saya, dan bagi semua yang pernah bermain di era Messi, ini adalah kehormatan besar; merupakan kehormatan bisa bermain melawannya, dan kehormatan bisa menjadi bagian dari sejarahnya.” ujar Granit Xhaka, Kapten Timnas Swiss.

Kendati demikian, gelandang Swiss tersebut menegaskan bahwa timnya tidak akan menyerah begitu saja dan siap memberikan perlawanan sengit.

“Kami akan menikmati pertandingan ini, tak diragukan lagi, tapi kami juga ingin menunjukkan karakter Swiss dan membuat segalanya sesulit mungkin bagi mereka.” tutur Granit Xhaka, Kapten Timnas Swiss.

Xhaka menilai kemampuan skuad Swiss saat ini kurang mendapat perhatian dari publik, padahal mereka memiliki ambisi besar untuk membalikkan keadaan.

“Kami tahu apa yang bisa dilakukan Argentina, tapi hanya sedikit yang membicarakan kemampuan kami; kami akan menunjukkannya di lapangan. Saya suka bermimpi, dan terkadang mimpi itu menjadi kenyataan. Namun, Anda harus bekerja keras dan memberikan yang terbaik agar hal itu terjadi… Kami harus melampaui batas diri kami sendiri.” kata Granit Xhaka, Kapten Timnas Swiss.

Berbekal pengalamannya bermain di kompetisi Liga Premier Inggris, Xhaka mengaku sudah sangat memahami karakter dari para pemain tengah yang dimiliki oleh Argentina.

“Saya mengenal semua pemain lini tengah. Mereka semua bermain di Liga Premier; kami tahu kelebihan dan kelemahan satu sama lain. Saya tahu kapan harus mempercepat permainan dan kapan harus memperlambatnya.” ujar Granit Xhaka, Kapten Timnas Swiss.

Ia juga mengungkapkan kekagumannya terhadap sepak bola kawasan Amerika Latin dan berharap bisa menerapkan etos kerja serupa pada tim nasional Swiss.

“Saya adalah salah satu penggemar berat tim-tim Amerika Latin; mereka selalu memberikan yang terbaik. Kami ingin membawa mentalitas ini ke Swiss. Argentina adalah contoh yang luar biasa bagi masa depan kami; kami harus bermain efektif dan meredakan tekanan mereka setelah kehilangan bola.” tutur Granit Xhaka, Kapten Timnas Swiss.

Hubungan dekatnya dengan sang pelatih, Murat Yakin, diakui menjadi salah satu faktor penunjang keharmonisan tim saat ini.

“selalu positif,” kata Granit Xhaka, Kapten Timnas Swiss.

Xhaka pun mengenang momen emosional berupa pelukan hangat dari pelatihnya pascapertandingan sebelumnya yang dinilai sangat membahagiakan.

“rasa hormat selalu ada di antara kami. Pelukan itu sangat membahagiakan saya; saya menyukai momen-momen emosional seperti itu, dan saya tidak akan pernah melupakan momen ini.” ujar Granit Xhaka, Kapten Timnas Swiss.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author