Apple Naikkan Harga Global iPad dan Mac Akibat Kelangkaan Memori
Apple Inc. menaikkan harga global untuk produk iPad, Mac, perangkat perlengkapan rumah, hingga Vision Pro sejak Kamis waktu Amerika Serikat demi mengimbangi lonjakan biaya akibat kelangkaan chip memori dan penyimpanan yang belum pernah terjadi sebelumnya, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz pada Jumat (26/6/2026).
Kebijakan penyesuaian harga ini langsung berdampak pada pergerakan saham Apple yang mengalami penurunan sebesar 6,1 persen hingga ditutup pada angka US$275,15, yang menjadi penurunan harian terbesar sejak 4 April 2025, meskipun perusahaan tidak menaikkan harga untuk lini iPhone, Apple Watch, dan AirPods.
Kenaikan harga terjadi secara bervariasi pada lini komputer, seperti MacBook Neo yang naik menjadi US$699 dari US$599, MacBook Air 13 inci menjadi US$1.299 dari US$1.099, MacBook Pro 14 inci menjadi US$1.999 dari US$1.699, sedangkan ukuran 16 inci naik menjadi US$2.999 dari US$2.499.
Selain lini laptop, perangkat desktop iMac kini dijual mulai US$1.499 dari US$1.299, Mac Studio naik menjadi US$2.499 dari US$1.999, Mac mini M4 Pro naik menjadi US$1.599 dari US$1.399, sedangkan MacBook Neo spesifikasi tinggi dengan penyimpanan besar dan Touch ID kini dijual seharga US$799 serta versi penuh MacBook Pro 16 inci mencapai US$9.999.
Kenaikan juga menyasar lini iPad, dengan iPad Pro 11 inci naik menjadi US$1.199 dari US$999, versi 13 inci menjadi US$1.499 dari US$1.299, iPad Air 11 inci menjadi US$749 dari US$599, model 13 inci menjadi US$949 dari US$799, iPad base model menjadi US$449 dari US$349, dan iPad mini menjadi US$599.
Untuk perangkat perlengkapan rumah dan hiburan, speaker HomePod standar naik menjadi US$349 dari US$299, HomePod mini menjadi US$129 dari US$99, Apple TV menjadi US$199 dari US$129, sementara headset Apple Vision Pro naik menjadi US$3.699 dari US$3.499 dengan versi 1 terabyte dibanderol US$4.199.
Pihak manajemen Apple memberikan penjelasan resmi mengenai alasan mendasar di balik keputusan penyesuaian harga massal yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern perusahaan ini.
"perluasan pesat pusat data AI telah menyebabkan lonjakan permintaan yang luar biasa terhadap memori dan penyimpanan" kata Perwakilan Apple.
Pihak perusahaan menjelaskan bahwa tekanan biaya dari rantai pasok komponen sudah tidak dapat dibendung lagi untuk beberapa kategori produk.
"sejauh ini telah melindungi pelanggan kami dari kenaikan-kenaikan ini, tetapi kini kami telah mencapai titik di mana kami perlu mulai menaikkan harga sejumlah produk, termasuk kenaikan harga untuk iPad dan Mac hari ini." tambah Apple.
Sebelumnya pada bulan Maret, Apple sempat menaikkan harga MacBook Air dan MacBook Pro yang dibarengi dengan peningkatan spesifikasi guna memitigasi dampak beban biaya konsumen.
"Kami tahu ini bukanlah kabar yang disambut baik, dan kami bekerja tanpa henti untuk mencari solusi," kata Apple.
Kondisi krisis pasokan ini sebelumnya sudah diprediksi oleh jajaran eksekutif Apple saat pemaparan kinerja kuartal kedua, yang menyatakan bahwa kelangkaan memori akan semakin memburuk di sepanjang tahun ini.
"Kami belum sampai pada titik di mana kami bisa mengatakan bahwa ini akan segera berakhir," kata Tim Cook, CEO Apple.
Krisis komponen ini diakui berdampak langsung pada rantai pasok global, yang memicu kendala berkepanjangan serta penundaan pengiriman pada banyak produk Mac.