Aparat Selidiki Pembakaran Pesawat PT AMA di Yahukimo Papua
Aparat keamanan menghadapi kendala geografis dan cuaca dalam menyelidiki insiden pembakaran pesawat Pilatus milik PT AMA dengan nomor registrasi PK-RCY oleh kelompok bersenjata di Lapangan Terbang Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Kamis, 2 Juli 2026.
Lokasi kejadian yang berada di ketinggian sekitar 2.292 meter di atas permukaan laut tersebut belum memiliki akses jalur darat, sehingga hanya bisa dijangkau melalui penerbangan perintis.
Kepala Operasi Damai Cartenz Irjen Pol Faizal Ramadhani menjelaskan bahwa personel telah dikerahkan untuk melakukan pendalaman menyeluruh serta berkoordinasi dengan maskapai dan pemerintah daerah setempat.
"Fokus utama kami saat ini adalah memastikan kondisi seluruh korban, mengamankan lokasi kejadian, serta mengungkap pelaku di balik peristiwa tersebut melalui proses penyelidikan yang profesional dan terukur," kata Faizal Ramadhani, Kepala Operasi Damai Cartenz.
Sementara itu, pihak Kodam XVII/Cenderawasih mengonfirmasi bahwa pesawat yang mengangkut tujuh penumpang tersebut diduga dibakar oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) sesaat setelah mendarat.
"Informasi awal mengenai kejadian ini diperoleh dari Manajer PT AMA, Bapak Mario, yang melaporkan insiden tersebut kepada PPK Perintis Kantor UPBU Kelas I Wamena," ujar Tri Purwanto, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih.
Pihak TNI juga mendapatkan laporan mengenai kondisi pilot berkebangsaan Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, yang dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
"Berdasarkan laporan sementara yang diterima dari masyarakat setempat, pilot pesawat, Nicholas F Goselin warga negara Amerika Serikat, dilaporkan meninggal dunia. Namun demikian, penyebab pasti kematiannya masih dalam proses penyelidikan oleh aparat berwenang," ungkap Tri Purwanto, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih.
Di sisi lain, seluruh penumpang yang merupakan warga lokal dilaporkan berada dalam kondisi selamat tanpa luka.
"Sementara tujuh penumpang yang seluruhnya merupakan Orang Asli Papua (OAP) dilaporkan selamat dan dalam kondisi aman," sambung Tri Purwanto, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih.
Hingga saat ini, pemantauan situasi di lapangan dan pengumpulan data berkala terus dilakukan oleh jajaran aparat keamanan.
"Kami masih melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terverifikasi. Perkembangan situasi di lapangan juga terus kami pantau," kata Tri Purwanto, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih.
Dari sektor perhubungan, Kementerian Perhubungan turut memverifikasi hilangnya kontak dengan pesawat setelah mendarat di lapangan terbang.
"Laporan awal dari Kepala UPBU Kelas I Wamena menyebutkan bahwa pilot pesawat atas nama Nicholas F. Goselin dilaporkan meninggal dunia," kata Lukman F. Laisa, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.
Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa konfirmasi lebih lanjut mengenai penyebab pasti kematian sang penerbang masih menunggu hasil penyelidikan resmi.
"Dugaan penyebab kejadian tersebut masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari aparat berwenang," imbuh Lukman F. Laisa, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.
Sebelum lepas landas dari Bandara Wamena pada pagi hari, seluruh prosedur keselamatan termasuk pemantauan kondisi meteorologi telah terpenuhi.
"Sebelum penerbangan dilaksanakan, informasi cuaca pada rute penerbangan dilaporkan dalam kondisi baik," ucap Lukman F. Laisa, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.
Pesawat perintis tersebut dilaporkan tiba di tujuan pada pukul 06.46 WIT sebelum akhirnya seluruh saluran komunikasi terputus.
"Setelah pilot melaporkan bahwa pesawat telah mendarat, komunikasi dari pos area di lapangan terbang tersebut dilaporkan terputus," tutur Lukman F. Laisa, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.