oleh

Aparat Pukul Mundur Massa dari Tugu Tani

Aparat yang terdiri dari Kepolisian dan TNI terus menyisir kawasan Tugu Tani, hingga Kwitang, Senen, Jakarta Pusat setelah berhasil memukul mundur yang sejak siang menggelar orasi di kawasan tersebut.

Tepat pukul 20.00 WIB area di  Tugu Tani ditutup. Dalam sejumlah video yang beredar di jagad maya tampak massa kocar-kacir lari dari arah Tugu Tani ke Kwitang lantaran ditembaki gas air mata oleh aparat.

Baca Juga  Kawasan Indo-Pasifik Jadi Rebutan, Azis Syamsuddin: Pemerintah Dituntut Jeli Melihat Situasi

Massa akhirnya lari ke arah kawasan Kwitang, tepatnya di depan Toko Gunung Agung. Masyarakat yang hendak melintas di kawasan Kwitang ke arah Tugu Tani akhirnya memilih putar balik lantaran melihat banyak massa.

Adapun sampai pukul 17.52 WIB bentrokan antara massa perusuh dengan polisi di sekitar Tugu Tani masih terjadi. Kericuhan pertama kali terjadi di sekitar patung kuda, Jalan Medan Merdeka Barat.

Baca Juga  Penggerak Aksi Pelajar Akhirnya Diringkus

Massa yang menggelar unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja melempari polisi dengan batu. Akhirnya, polisi membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata. Massa kemudian berpencar ke berbagai arah.

Sebelumnya, aksi penolakan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja kini tengah berlangsung di Monas.

Jumlah massa diperkirakan cukup banyak karena tergabung dengan beberapa kelompok. Beberapa pihak yang ikut turun dalam aksi ini adalah Persaudaraan Alumni (PA) 212, kelompok buruh dan mahasiswa. (man/tap)

Baca Juga  Bentrok Massa Versus Polisi Pecah di Tugu Tani
KANGEN KEHADIRAN PRESIDEN JOKOWI: Ribuan Mahasiswa berorasi di kawasan Medan Meredeka, Barat, Jakarta, (13/10). Aksi mahasiswa tersebut menolak pengesahan atas UU Cipta Kerja. (Foto-Foto: Faisal R Syam/Publika.id)

Baca Juga