by

Aparat Harus Mampu Menyelami Kultur Masyarakat Papua, Azis Syamsuddin: Tegas Bukan Berarti Keras!

Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin meminta jajaran aparat Kepolisian dan TNI untuk tidak mundur selangkah pun dalam menghadapi ancaman dan tantangan pelaku kekerasan bersenjata di Kabupaten Intan Jaya.

Meski demikian, untuk menjaga situasi dan kondisi kamtibmas di wilayah Intan Jaya untuk tetap kondusif, aparat harus mampu menggandeng Pemerintah Daerah lewat dialog maupun pendekatan.

“Sama-sama kita cermati, kondisi di Kabupaten Intan Jaya mulai kondusif. Upaya yang dilakukan Polri dan TNI mampu membuat situasi keamanan membaik sehingga mendukung pelayanan masyarakat,” terang Azis Syamsuddin dalam siaran pers yang disampaikan, Senin (15/3/2021).

Baca Juga  Kejagung Bergerak Lagi, Ini Harta Milik Benny Tjokrosaputro yang Disita

Konflik bersenjata antara aparat TNI/Polri dengan KKB di Intan Jaya mulai Oktober 2020. Puluhan orang meninggal dunia, tidak saja dari aparat TNI/Polri serta pentolan KKB, tetapi korban berjatuhan dari masyarakat sipil.

Agar tidak menimbulkan korban jiwa, Azis berharap, aparat perlu memberikan penjelasan kepada masyarakat, bahwa kehadirannya di Intan Jaya saat ini semata-mata untuk melakukan penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan bersenjata, dalam hal ini KKB.

“Negara hadir di Intan Jaya untuk melakukan penegakan hukum terhadap siapa pun yang melakukan pelanggaran hukum. TNI dan Polri adalah bagian dari rakyat, maka harus pula menyelami isyarat di setiap wilayah,” imbuh Azis.

Baca Juga  Pilkada, Potensi Konflik Begitu Menganga

Teror dan ancaman dari KKB, sambung Azis, selama ini menggangu kehidupan masyarakat setempat. Mengedepankan dialog menjaga situasi tetap kondusif sudah menjadi keharusan bagi TNI dan Polri dalam mengamankan teritorial.

“Langkah-langkah penegakan hukum secara terukur harus tetap dikedepankan. Namun jangan sampai lengah dan memberikan ruang kepada KKB menggangu masyarakat,” imbuhnya.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini juga menyinggung hadirnya anggota Brimob Nusantara yang melaksanakan tugas di Papua, baik yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi maupun Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pam Rahwan) agar memahami budaya orang Papua dengan baik.

Baca Juga  Azis Syamsuddin Minta Polri Tutup Sumber Pendanaan Teroris

“Tentu saja semua pihak berharfap kehadiran rekan-rekan Brimob Nusantara dari seluruh pelosok negeri mampu melaksanakan penugasan di Tanah Papua. Selami dan pahami bagaimana kultur budaya orang Papua. Tegas bukan berarti keras!” pungkas Azis Syamsuddin. (as)

 

Baca Juga