Anjing Diduga Rabies Gigit Turis China dan Warga di Bangli

Share

Seorang turis asal China bernama Li Qiujun dan warga lokal menjadi korban gigitan seekor anjing yang diduga terinfeksi virus rabies di Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, pada Senin (13/7), seperti dilansir dari Detik Travel.

Peristiwa tersebut dikonfirmasi oleh pihak kepolisian setempat yang langsung melakukan pendataan terhadap para korban gigitan hewan penular rabies tersebut.

"Ada gangguan keamanan, seorang warga dan turis asing asal China digigit anjing. Kejadian, Senin (13/7)," ungkap Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Gede Gumiliarta.

Pihak kepolisian menjelaskan bahwa turis asing tersebut diserang sesaat setelah keluar dari sebuah swalayan yang berada di area sekitar.

"Korban berbelanja di swalayan di depan RSUD Bangli. Lalu digigit anjing yang dimaksud," kata Gumiliarta.

Sebelum menyerang wisatawan asing, binatang tersebut dilaporkan telah menggigit warga lain di sekitar lokasi yang tidak jauh dari rutan setempat.

"Korban digigit anjing di sekitaran rumahnya di sisi utara rutan Bangli," katanya.

Kedua korban langsung mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat guna mencegah penyebaran virus berbahaya tersebut.

"Pasien tergigit anjing pada paha kanan, lalu dilakukan tindakan rawat luka atau bebat tekan," kata Humas RSUD Bangli Sang Kompyang Arie Sukma Wijaya.

Rumah sakit memberikan pertolongan pertama sebelum mengarahkan pasien untuk mendapatkan suntikan antibodi lanjutan.

"Pasien disarankan mencari VAR ke klinik atau puskesmas. Pasien dirawat pukul 19.07 Wita dan dipulangkan pukul 19.30 Wita," katanya.

Petugas peternakan bergerak cepat dengan mengamankan hewan tersebut untuk dilakukan uji laboratorium pada sampel organ tubuhnya.

"Sampel otak sudah diambil. Hari ini, sampel otak itu diperiksa di laboratorium," kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas PKP Bangli Made Armana.

Dinas terkait menyatakan bahwa hewan tersebut menunjukkan perubahan perilaku yang drastis secara mendadak sebelum menyerang warga.

"Menurut cerita petugas kami, anjing itu menunjukkan gejala agresif dan menggigit dua orang, kemarin. Tapi, sebelumnya baik-baik saja," katanya.

Saat ini kedua korban telah mendapatkan suntikan vaksin antirabies (VAR) dan masih menunggu hasil laboratorium selama dua pekan untuk memastikan status infeksi rabies.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author