Anggota Parlemen Kosovo Melempar Telur ke Plt PM Albin Kurti

Share

Pelaksana Tugas (Plt) Perdana Menteri Kosovo Albin Kurti dilempar telur oleh anggota parlemen oposisi Time Kadrijaj saat menghadiri sidang di ruang parlemen Kosovo pada Sabtu (8/8/2026). Aksi tersebut memicu penangguhan sidang di tengah kebuntuan politik yang menyelimuti negara Balkan tersebut.

Seperti dilansir dari Detikcom, insiden terjadi ketika Kurti hadir memberikan penjelasan mengenai tertundanya pengajuan calon ketua parlemen. Langkah ini menyusul pelaksanaan pemilu dini yang digelar pada Juni lalu.

Di hadapan para anggota parlemen, Kurti menyampaikan pertimbangannya terkait pencalonan pimpinan majelis tersebut.

"Kami belum mencapai kesepakatan politik. Oleh karena itu, demi menghindari pemilu baru, saya meminta tambahan waktu (untuk mengajukan nama Ketua Parlemen)," kata Kurti.

Seusai pernyataan tersebut, Time Kadrijaj dari Partai Aliansi untuk Masa Depan Kosovo (AAK) yang beraliran konservatif mengeluarkan telur dari tasnya dan melemparkannya ke arah Kurti sambil berteriak memprotes. Keadaan itu membuat aparat kepolisian dan anggota parlemen dari Partai Vetevendosje (VV) segera mengamankan lokasi hingga sidang akhirnya ditangguhkan.

Meskipun belum dipastikan apakah lemparan tersebut tepat mengenai tubuhnya, Kurti tetap memberikan tanggapan santai atas aksi pelemparan itu.

"Memalukan! Memalukan!" kata Kadrijaj.

Merespons dinamika di ruang sidang, Kurti menyampaikan pandangannya mengenai risiko proses negosiasi.

"(Saya) rela mengalaminya jika itu merupakan konsekuensi dari sebuah dialog," kata Kurti.

Krisis politik ini mempertegas kondisi Kosovo yang telah menggelar tiga pemilu dalam kurun dua tahun terakhir. Partai VV yang dipimpin Kurti saat ini memegang 58 dari total 120 kursi parlemen, sehingga membutuhkan dukungan partai minoritas untuk membentuk pemerintahan serta mayoritas dua pertiga suara untuk memilih presiden.

Saat ini Partai VV sedang bernegosiasi dengan Liga Demokratik Kosovo (LDK) yang memiliki 18 kursi. Namun, LDK menuntut posisi Presiden Kosovo dalam koalisi, tuntutan yang hingga kini ditolak oleh Kurti. Sementara itu, batas waktu konstitusional pemilihan ketua parlemen telah berakhir pada Jumat (7/8/2026), dan kubu oposisi mengancam akan menempuh jalur hukum atas penundaan tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author