Andy Burnham Pangkas Pajak Tagihan Listrik Rumah Tangga Inggris

Share

Kebijakan awal guna meringankan beban hidup masyarakat Inggris resmi diluncurkan oleh Perdana Menteri (PM) Andy Burnham. Langkah penurunan pajak tagihan listrik ini diambil untuk meredam kemarahan publik atas kegagalan pemerintahan terdahulu.

Dilansir dari Detikcom, Burnham mengumumkan penghapusan value-added tax (VAT) atau pajak pertambahan nilai (PPN) dari tagihan listrik rumah tangga mulai 1 Oktober mendatang pada hari kedua jabatannya, Rabu (22/7/2026).

Melalui kebijakan tersebut, rata-rata tagihan tahunan sebesar 1.862 Poundsterling (Rp 44,6 juta) yang ditanggung setiap rumah tangga akan berkurang sekitar 45 Poundsterling (Rp 1 juta).

Pemangkasan pajak tagihan listrik ini dibiayai melalui penghematan dari pembatalan program identitas (ID) digital senilai 1,8 miliar Poundsterling (Rp 43,1 triliun). Keputusan pembatalan proyek tersebut telah diumumkan Burnham pada Minggu (19/7) waktu setempat.

"Kami mengambil tindakan segera untuk memangkas pajak tagihan listrik, menambah penghasilan bersih masyarakat, dan memulihkan harapan," kata Burnham.

Mantan Wali Kota Greater Manchester itu berjanji memberikan lebih banyak ruang bernapas bagi kehidupan warga Inggris. Mantan pejabat daerah tersebut tampak berupaya membuktikan keseriusannya dalam membantu masyarakat secara cepat.

Burnham mengakui pada Senin (20/7) bahwa langkah awalnya ini tidak memangkas seluruh beban warga yang kesulitan menghadapi lonjakan harga. Namun, skema jangka panjang dipastikan siap dipaparkan di kemudian hari.

Disiplin fiskal serta keterjangkauan biaya hidup menjadi penekanan utama Burnham di depan para menteri senior dalam rapat kabinet perdananya.

"Ini adalah kesempatan kedua untuk menciptakan kesan pertama," ujar Burnham kepada jajaran menteri senior Inggris, sebagaimana disampaikan oleh juru bicaranya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author