Analis Prediksi Harga PS6 Bisa Menembus 1000 Dolar AS

Share

Hobi bermain game kini sedang terdampak besar oleh kelangkaan komponen di pasar global. Masalah ini diperparah oleh keputusan beberapa perusahaan manufaktur RAM konsumen untuk mundur dari industri tersebut.

Kondisi pasar yang terbalik membuat harga konsol tidak kunjung turun meskipun sudah lima tahun dirilis. Seperti dilansir dari Gamebrott, perangkat seperti PS5 dan Xbox Series X/S justru mengalami kenaikan harga resmi.

Situasi pelik ini diperkirakan belum akan membaik dalam waktu dekat. Dampaknya, konsol generasi berikutnya seperti PlayStation 6 (PS6) diprediksi akan dijual dengan harga yang jauh lebih mahal.

Para analis industri teknologi baru-baru ini membahas masa depan konsol generasi baru bersama GameIndustry.biz. Pandangan yang mereka sampaikan cukup mengkhawatirkan bagi komunitas gamer di seluruh dunia.

CEO firma analitik Aldora, Joost van Dreunen, memberikan estimasi awal terkait nilai jual perangkat tersebut. Ia memperkirakan harga dasar PS6 bisa mencapai 1.000 dolar AS atau bahkan lebih tinggi.

Pandangan serupa juga datang dari Mat Piscatella yang merupakan analis dari Circana. Ia menilai angka 1.000 dolar AS sebagai harga yang sangat mungkin terjadi di masa depan.

Beberapa pengamat lain sebenarnya ada yang mengeluarkan prediksi angka lebih rendah. Kendati demikian, perkiraan nominal dari mereka tetap berada di kisaran yang mendekati empat digit.

Strategi Sony Hadapi Lonjakan Biaya Produksi

Piers Harding-Rolls dari Ampere Analysis memberikan sudut pandang berbeda mengenai kesiapan produsen. Ia menilai pengalaman panjang Sony di bisnis elektronik bisa menjadi keunggulan utama.

Kelebihan tersebut dinilai mampu membantu Sony menghadapi masalah kelangkaan komponen yang sebelumnya sempat menyulitkan perusahaan lain seperti Valve. Di sisi lain, strategi psikologis pasar juga mulai diperhitungkan.

Manu Rosier dari Newzoo menilai PS6 kemungkinan besar tetap akan dipasarkan dengan harga di bawah 999 dolar AS. Langkah ini diambil bukan hanya karena kalkulasi biaya produksi, melainkan karena faktor psikologis konsumen.

Menurutnya, harga tiga digit akan terasa jauh lebih ringan bagi pembeli dibandingkan dengan angka empat digit. Padahal, selisih riil dari kedua nominal tersebut sebenarnya sangat tipis.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author