Anak Rektor dan Penanggung Jawab Soal Tidak Lulus UTBK SNBT 2026

Share

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, Eduart Wolok, mengungkapkan sejumlah anak rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) hingga anak ketua penanggung jawab soal tidak lulus seleksi UTBK SNBT 2026. Fakta ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi X DPR RI yang disiarkan pada Minggu (7/6/2026) untuk menegaskan transparansi seleksi.

Keputusan hasil seleksi tersebut sempat memicu kekhawatiran dari sejumlah pimpinan perguruan tinggi yang menyadari anak mereka gagal dalam ujian nasional tersebut, seperti dilansir dari Detikcom. Pengumuman ini sekaligus menjadi bukti bahwa proses penilaian dilakukan secara objektif tanpa adanya intervensi dari pihak internal manapun.

"Bahkan Ibu Bapak saya ingin sampaikan, ketua penanggung jawab soal itu memiliki dua putra yang ikut SNBT dan alhamdulillah dua-duanya tidak lulus, padahal soalnya ada di rumahnya," kata Eduart dalam Rapat Dengar Pendapat Panitia Kerja (RDP Panja) Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru bersama Komisi X DPR RI, disiarkan melalui YouTube TVR Parlemen, dikutip Minggu (7/6/2026).

Manajemen SNPMB menyatakan tidak memberikan dispensasi khusus kepada keluarga pejabat kampus demi mematuhi regulasi yang berlaku. Ketetapan aturan yang ketat ini membuat pihak panitia tetap mempertahankan hasil ujian yang murni dari kemampuan peserta.

"Bahkan kemarin, terus terang, beberapa rektor sempat galau ketika penetapan anak mereka tidak lulus. Ketika dikonsultasikan, saya jawab secara peraturan memang tidak dimungkinkan," imbuh Eduart.

Pernyataan serupa juga pernah disampaikan oleh pihak panitia dalam konferensi pers yang berlangsung beberapa pekan sebelumnya. Transparansi hasil ujian dipaparkan secara terbuka kepada publik untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem seleksi kedinasan dan perguruan tinggi.

"Kami pastikan pelaksanaan seleksi ini berlangsung dengan akuntabel dan penuh integritas. Buktinya apa?" ujar Eduart dalam konferensi pers Hasil SNBT yang digelar secara hybrid pada Senin (25/5/2026).

Status ketidaklulusan kerabat pejabat institusi pendidikan ini dipandang sebagai bukti konkret pelaksanaan ujian yang bersih. Proses penyaringan tetap berjalan sesuai prosedur penilaian baku tanpa memandang latar belakang orang tua peserta.

"Kalau ada buktinya, apa akuntabel dan berintegritas, banyak terdapat anak para rektor-pimpinan PTN yang tidak lulus SNBT. Padahal yang menetapkan kelulusan adalah para rektor," ucap Ketua Majelis Rektor PTN Indonesia (MRPTNI) itu.

Mekanisme penilaian dalam UTBK SNBT 2026 sendiri melibatkan beberapa tahapan pemeriksaan yang ketat. Tim panitia menerapkan sistem penilain bertingkat mulai dari validasi jawaban per soal, pemberian skor, hingga proses pembobotan akhir.

Kerahasiaan identitas peserta dijaga ketat dengan memisahkan data pribadi dari lembar jawaban saat pemeriksaan skor berlangsung. Selain itu, pengerjaan tahapan pembobotan juga diserahkan kepada kelompok kerja yang berbeda guna menghindari manipulasi nilai.

"Yang pasti skornya sekian, baru kemudian akan cocokkan ke tim untuk pembobotan," kata Eduart.

Sistem pemeringkatan hasil akhir peserta dilakukan secara otomatis berdasarkan akumulasi bobot nilai yang telah divalidasi. Langkah berlapis ini diterapkan demi memastikan keadilan bagi seluruh calon mahasiswa yang mengikuti ujian.

"Dan ketika melakukan pembobotan berdasarkan ranking itu oleh tim yang berbeda," jelas Eduart.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author