Amerika Serikat Tambah Jet Tempur ke Timur Tengah

Share

Amerika Serikat mengirimkan tambahan pesawat tempur ke Timur Tengah menyusul hancurnya kesepakatan gencatan senjata dengan Iran pada pekan lalu. Berdasarkan laporan New York Times pada Minggu (19/07/2026), langkah ini menandakan potensi peningkatan serangan udara oleh pemerintahan Donald Trump terhadap infrastruktur Iran.

Sejumlah pejabat AS yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan bahwa jet tempur F-16 Angkatan Udara dari Jerman dan jet siluman F-35 dari Inggris diberangkatkan ke kawasan tersebut. Selain pesawat tempur, militer AS juga mengerahkan armada pesawat pengisi bahan bakar udara tambahan.

Komando Pusat AS (Centcom) menolak memberikan komentar kepada New York Times mengenai pengerahan tersebut. Pergerakan pesawat ini sebenarnya telah diperintahkan sebelum terjadinya serangan Iran pada Jumat lalu yang menewaskan dua tentara Angkatan Darat AS dan melukai banyak orang di Yordania.

Serangan pada hari Jumat tersebut memicu aksi balasan dari militer Amerika Serikat. Pentagon menyatakan bahwa operasi udara tersebut dilakukan demi merespons agresi secara tegas di kawasan perbatasan.

Pihak militer AS menegaskan bahwa serangan udara baru diluncurkan untuk "swiftly punish" pasukan Pengawal Revolusi Iran atas serangan di Yordania yang menewaskan dua personel Amerika, menyebabkan satu orang hilang, dan empat lainnya harus dirawat di rumah sakit.

Sebelum gelombang serangan tersebut dimulai, Presiden AS Donald Trump memberikan tanggapannya mengenai gugurnya para prajurit. Trump menilai kematian para tentara tersebut sebagai sebuah tragedi besar di tengah ketegangan yang meningkat.

"They did it because they don’t want to see Iran have a nuclear weapon," ujar Donald Trump, Presiden AS saat berbicara kepada New York Post.

Trump kemudian menambahkan kritiknya terhadap sikap politik dan tindakan militer yang diambil oleh pihak Teheran.

"And it just shows you how bad (the Iranians) are," tambah Donald Trump.

Di sisi lain, pihak Teheran telah mengeluarkan peringatan keras sebelum jet-jet tempur Amerika Serikat membombardir wilayah mereka. Pemimpin Tertinggi Iran menyatakan bahwa Washington harus menanggung konsekuensi besar atas langkah militer yang diambil.

"seeking to escalate the conflict," kata Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran sebelum serangan terjadi.

Centcom menyatakan serangan udara dimulai Sabtu pukul 18.00 ET atas perintah Trump. Operasi ini juga dirancang untuk melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Kantor berita negara Iran, Irna, melaporkan wilayah dekat Sirik dan Hajiabad di provinsi Hormozgan menjadi sasaran serangan pada Sabtu pukul 01.30 dini hari waktu setempat. Ledakan terdengar di kota pelabuhan Bandar Abbas, sementara siaran negara Irib menyebut area dekat Pulau Qeshm juga ikut ditargetkan.

Melalui media sosial, Centcom memperbarui informasi bahwa mereka telah menyerang fasilitas pengawasan pantai, pertahanan udara, kapabilitas maritim, serta penyimpanan rudal dan drone Iran. Operasi ini menandai malam kedelapan berturut-turut dari rangkaian serangan AS.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth turut memberikan pernyataan melalui media sosial X untuk memberikan penghormatan kepada dua prajurit yang gugur pada hari Jumat.

"Their sacrifice only stiffens our resolve," tulis Pete Hegseth, Menteri Pertahanan AS di akun X miliknya.

Menanggapi gempuran terhadap infrastruktur domestik, Pemimpin Tertinggi Iran kembali merilis pernyataan resmi melalui media pemerintah. Ia menegaskan bahwa segala bentuk kesepakatan yang pernah ditandatangani oleh Trump kini sudah tidak memiliki kekuatan hukum.

"utterly worthless and devoid of credibility," tegas Mojtaba Khamenei dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran.

Khamenei menutup pernyataannya dengan memberikan peringatan verbal mengenai dampak jangka panjang yang akan dihadapi oleh militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

"even heavier costs and further humiliation," ancam Mojtaba Khamenei.

Kementerian Kesehatan Iran melaporkan bahwa 50 orang tewas dan lebih dari 500 lainnya luka-luka akibat serangan AS selama tiga pekan terakhir. Sementara itu, otoritas Kuwait melaporkan kerusakan parah terjadi pada fasilitas penyulingan air bersih dan kilang minyak mereka akibat serangan balasan Iran pada hari Sabtu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author