Amerika Serikat Serang Target Militer Iran di Selat Hormuz
Amerika Serikat meluncurkan serangan balasan terhadap puluhan target militer Iran di Selat Hormuz pada Selasa (7/7/2026) malam, setelah rudal Teheran menghantam kapal tanker komersial milik Qatar dan Arab Saudi. Ketegangan di jalur pelayaran strategis tersebut dilaporkan kembali memanas, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Rabu (8/7/2026). Pasukan Amerika Serikat menghantam lebih dari 80 target yang berkaitan dengan militer Iran.
Operasi tersebut menyasar sistem pertahanan udara, jaringan komando, radar pesisir, hingga puluhan kapal kecil milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Pihak militer Amerika Serikat menyatakan tindakan tersebut merupakan bentuk balasan keras terhadap agresi Teheran. Melalui laporan Anadolu Agency dan Al Arabiya, militer Amerika Serikat menyebut operasi ini sebagai "serangan dahsyat terhadap Iran untuk memberikan dampak berat".
Komando Pusat AS atau CENTCOM mengonfirmasi bahwa operasi ofensif diluncurkan demi menjaga keamanan maritim internasional. Melalui pernyataan di media sosial X, CENTCOM menegaskan tindakan tersebut menjadi "respons langsung untuk serangan terbaru Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz".
Pasukan CENTCOM menambahkan bahwa eskalasi dipicu oleh tindakan sepihak Iran terhadap pelayaran sipil. CENTCOM menggambarkan operasinya sebagai "serangan dahsyat terhadap Iran untuk memberikan dampak berat atas tindakan menargetkan dan menyerang kapal-kapal komersial yang diawali oleh warga sipil tidak berdosa di jalur pelayaran internasional". Langkah militer ini juga diambil untuk memastikan kelancaran arus logistik di kawasan tersebut. Menurut CENTCOM, operasi terbaru ini bertujuan untuk melemahkan "kemampuan Iran untuk terus menyerang lalu lintas perdagangan internasional yang mengalir melalui koridor perdagangan internasional tersebut".
Sementara itu, Pemerintah Qatar langsung mengambil tindakan diplomatik dengan memanggil Wakil Duta Besar Iran, Mohsen Mohammad Qanei, terkait insiden yang menimpa kapal pengangkut LNG milik mereka. Direktur Departemen Protokol Kementerian Luar Negeri Qatar, Ibrahim bin Yousuf Fakhro, menyerahkan nota protes resmi yang berisi "penolakan tegas terhadap serangan tersebut". Otoritas Doha mendesak adanya stabilitas keamanan di sekitar jalur laut strategis itu demi kepentingan dunia. Nota protes tersebut juga mendesak Teheran untuk "segera menghentikan segala tindakan yang mengancam keamanan kawasan dan menahan diri agar tidak membahayakan pasokan energi global".
Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan bahwa mereka memegang hak penuh untuk mengamankan aset nasional. Selain itu, Qatar mendesak Iran untuk "memberikan penjelasan mendesak terkait insiden tersebut". Pemerintah Qatar juga menuntut langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Qatar mendesak Iran untuk "mengambil langkah-langkah segera untuk mencegah terulangnya kejadian serupa". Di sisi lain, Pemerintah Arab Saudi turut mengecam keras serangan yang mengenai kapal tanker mereka, Wedyan, serta kapal Qatar, Al Rekayyat. Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Saudi di media Al Arabiya, pihak kerajaan memberikan respons tegas.
"Serangan-serangan ini merupakan serangan terhadap keamanan navigasi internasional dan pasokan energi global" kata Kementerian Luar Negeri Saudi.
Riyadh menganggap tindakan Teheran telah mencederai kesepakatan hukum laut yang berlaku di wilayah perairan internasional. Pemerintah Saudi mengingatkan bahwa serangan terus-menerus Iran merupakan "pelanggaran berat" terhadap hukum dan norma internasional. Kerajaan Arab Saudi menuntut penghentian segala bentuk provokasi bersenjata yang mengganggu jalur logistik energi dunia.
Saudi menyerukan kepada Iran "untuk segera menghentikan semua praktik" yang mengancam keamanan kawasan. Pihak kerajaan menyatakan tidak akan menoleransi dampak buruk yang ditimbulkan dari tindakan agresif ini terhadap kawasan maritim. Pemerintah Saudi menambahkan bahwa pihaknya menganggap Teheran "bertanggung jawab penuh" atas konsekuensi dari serangan tersebut.