Amerika Serikat Serang Sejumlah Kota di Iran

Share

Sejumlah kota di Iran dihantam ledakan besar setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memerintahkan pasukannya untuk melancarkan serangan militer pada Kamis, 9 Juli 2026, seperti dilansir dari Detikcom.

Gelombang serangan udara baru yang diumumkan oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) tersebut menyasar wilayah pantai selatan Iran. Menurut laporan kantor berita resmi Iran, IRNA, suara pesawat tempur terdengar jelas di atas Pulau Kish, sementara ledakan mengguncang kota-kota pelabuhan seperti Bandar Abbas, Konarak, dan Chabahar hingga menyebabkan sebagian wilayah kehilangan aliran listrik.

Aksi militer ini memicu ketegangan baru di kawasan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia. Sebelum menginstruksikan pemboman tersebut, Trump menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan pihak Teheran telah berakhir.

"Kami baru saja menyerang mereka dengan sangat keras," kata Trump di dalam pesawat Air Force One dilansir kantor berita BBC.

Pemimpin negara sekutu tersebut menyamakan kedudukan kekuatan militer pasukannya yang jauh mengungguli pertahanan Iran saat ini. Trump juga menegaskan kesiapan negaranya untuk selalu membalas setiap tindakan agresif dari pihak lawan.

"Saya katakan kami menyerang mereka dengan skor 20 banding 1. Setiap kali mereka menyerang kami, kami akan membalas dengan skor 20," ujarnya.

Melalui sebuah unggahan di media sosial, Trump menjelaskan alasan di balik keputusan mendadak tersebut. Ia mengaitkannya dengan insiden kerusakan armada laut yang terjadi sehari sebelumnya.

"Ini sebagai pembalasan atas pemboman kapal kemarin oleh Iran," kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.

Kendati memerintahkan aksi balasan yang masif, Trump sempat menyatakan harapannya agar eskalasi militer terbaru di kawasan Timur Tengah ini bisa segera mereda. Ia menilai langkah tersebut dapat membuka peluang dialog baru ke depan.

"Jika itu terjadi lagi, akan jauh lebih buruk!" kata Trump menambahkan dalam unggahannya.

Di sisi lain, CENTCOM menjelaskan bahwa operasi tersebut ditujukan untuk melemahkan kemampuan pasukan Teheran dalam mengganggu keamanan pelayaran komersial. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur krusial yang dilewati oleh seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

"Amerika Serikat meminta pertanggungjawaban Iran atas agresi yang tidak beralasan baru-baru ini terhadap pelayaran komersial," kata CENTCOM pada X.

Situasi di Selat Hormuz terus memanas sejak awal tahun, tepatnya dipicu oleh serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Jenazah Khamenei dijadwalkan akan dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, pada hari Kamis ini, di tengah ancaman Teheran yang tetap bersikeras memperketat kontrol atas jalur pelayaran internasional tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author