Allianz Indonesia Catat Dana Kelolaan Rp43,7 Triliun Sepanjang 2025

Share

Allianz Indonesia mencatatkan pertumbuhan total dana kelolaan atau Asset Under Management sebesar 9,8 persen secara tahunan menjadi Rp43,7 triliun sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan ini mencakup dana kelolaan dari Allianz Life, Allianz Syariah, dan DPLK Allianz berdasarkan laporan keuangan resmi perusahaan.

Pencapaian total aset tersebut ditopang oleh pengelolaan pada 49 jenis unit link fund, sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Tiga jenis fund yang memberikan kontribusi dana kelolaan tertinggi meliputi Smartlink Equity sebesar Rp5,8 triliun, Smartlink Fixed Income sebesar Rp1,7 triliun, dan Smartlink Balanced mencapai Rp1,4 triliun.

"Di tengah volatilitas global sepanjang 2025, Allianz Indonesia tetap berfokus pada konsistensi pengelolaan dana kelolaan nasabah dengan pendekatan investasi yang disiplin dan adaptif, sejalan dengan karakteristik bisnis asuransi yang berorientasi jangka panjang," ungkap Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia, Ni Made Daryanti dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2026).

Pihak manajemen menjelaskan bahwa daya tahan ekonomi domestik serta likuiditas pasar menjadi fondasi utama dalam menjaga keseimbangan portofolio. Langkah ini diambil demi menjaga komitmen perlindungan serta pemberian manfaat investasi yang optimal bagi seluruh nasabah perusahaan.

"Memasuki 2026, kami mempersiapkan strategi yang lebih selektif dengan menekankan kualitas aset dan pengelolaan risiko yang terukur, agar tetap selaras dengan tujuan keuangan jangka panjang nasabah," imbuh Ni Made Daryanti.

Ketahanan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,11 persen dengan angka inflasi yang terkendali pada level 2,92 persen secara tahunan. Kondisi moneter dalam negeri juga didukung oleh kebijakan Bank Indonesia yang memotong suku bunga acuan secara total sebesar 125 bps.

Kondisi positif ini berdampak pada pasar modal konvensional di mana IHSG menutup tahun 2025 pada level 8.646,94 atau menguat 22,13 persen, sementara INDOBeX Government Index tumbuh 12,43 persen. Pasar modal syariah juga mencatat kenaikan melalui Jakarta Islamic Index sebesar 22,13 persen dan IBPA Government Sukuk Index yang tumbuh 10,76 persen.

Untuk menghadapi dinamika tahun 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,2 persen hingga 5,8 persen dengan inflasi pada rentang 1,5 persen sampai 3,5 persen. Kebijakan fiskal diproyeksikan tetap ekspansif melalui peningkatan anggaran belanja modal infrastruktur dan transportasi sebesar 37 persen menjadi Rp156 triliun.

Allianz Indonesia merespons proyeksi makroekonomi tersebut dengan mengarahkan strategi investasi pada pemilihan aset berkualitas tinggi, pengelolaan risiko terukur, serta fleksibilitas likuiditas. Langkah ini bertujuan menjaga kinerja portofolio yang berkelanjutan sesuai kebutuhan proteksi jangka panjang.

"Dalam situasi pasar yang berubah cepat, kami mengajak nasabah untuk meninjau tujuan investasi, jangka waktu, toleransi risiko, serta alokasi aset secara berkala. Diversifikasi tetap menjadi kunci, dan pemilihan instrumen perlu selaras dengan profil risiko agar tujuan proteksi dan investasi berjalan seimbang dalam jangka panjang," tambah Ni Made Daryanti.

Atas kinerja pengelolaan dana hingga tahun 2025, Allianz Life Indonesia memperoleh tujuh penghargaan pada Best Unit Link Award 2025 dari Investortrust & Infovesta serta lima penghargaan dari Media Asuransi. Konsistensi tersebut berlanjut pada tahun 2026 dengan diraihnya penghargaan dari Best Unit Link Award 2026, CNBC Indonesia Unitlink Awards 2026, dan Most Trusted Financial Brands Awards 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author