Allan Gray Borong Saham Indonesia di Tengah Volatilitas Pasar
Manajer investasi asal Afrika Selatan, Allan Gray Ltd, memanfaatkan penurunan tajam aset finansial Indonesia dengan memborong saham domestik di tengah volatilitas pasar akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Dilansir dari Bloombergtechnoz, perusahaan yang mengelola dana sebesar US$29 miliar tersebut mulai mengeksekusi investasi pertamanya bulan lalu melalui pembelian saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Langkah ini diambil saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja terburuk di dunia sepanjang tahun berjalan dengan penurunan lebih dari 35% dalam denominasi dolar AS, menyusul peringatan MSCI Inc. terkait potensi penurunan status pasar.
Tekanan terhadap pasar saham domestik semakin bertambah pada Rabu (8/7/2026) setelah S&P Dow Jones Indices memberi sinyal risiko kehilangan status emerging market bagi Indonesia, yang memicu IHSG ditutup melemah 1,3%.
Ketidakpastian ini diperparah oleh kekhawatiran investor global terhadap arah kebijakan fiskal, tata kelola pemerintahan, pelemahan rupiah, serta prediktabilitas regulasi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. "Periode tingginya volatilitas dan ketidakpastian investor seperti ini justru menjadi ladang perburuan yang sangat subur bagi investor penyabar yang berbasis nilai (valuation-driven) di pasar perintis," tulis Rory Kutisker-Jacobson, Portfolio Manager di Allan Gray Ltd.
Kutisker-Jacobson menambahkan bahwa pasar yang sering diabaikan atau kurang diriset oleh investor global cenderung menghasilkan inefisiensi harga yang signifikan, sehingga menyajikan peluang investasi yang sangat memikat pada momen tertentu. "Kami telah meningkatkan focus kami pada Indonesia dan menyusun beberapa laporan riset internal mengenai potensi-potensi peluang yang ada," ujar Kutisker-Jacobson.
Pihak Allan Gray menilai harga saham INDF saat ini tergolong sangat murah mengingat dominasi bisnisnya di sektor konsumer dan kemampuannya menghasilkan arus kas yang kuat. "Berdasarkan estimasi kami, INDF diperdagangkan dengan rasio harga terhadap laba (price-to-earnings ratio/PER) hanya sedikit di atas lima kali. Kami percaya ini adalah harga yang sangat murah untuk menebus bisnis sektor konsumer yang dominan, mencetak arus kas kuat, dan berhadapan langsung dengan pasar," tambahnya. Dana kelolaan Allan Gray Frontier Markets Equity Fund tercatat membukukan imbal hasil hampir 9% sepanjang tahun ini, di mana mereka juga mulai masuk ke pasar Meksiko, Polandia, dan Turki, sembari memangkas kepemilikan di Seplat Energy Plc.