Alessandro Circati Perkuat Lini Pertahanan Australia di Piala Dunia
Bek muda Alessandro Circati siap mengawal lini pertahanan tim nasional Australia dalam laga pembuka Piala Dunia melawan Turki di BC Place, Vancouver, Kanada, yang dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu waktu setempat.
Pemain belakang klub Parma tersebut kini menjadi pilar penting bagi Socceroos setelah berpindah posisi dari penyerang menjadi pemain bertahan semasa remaja. Perubahan posisi bermain ini terjadi setelah Circati menerima saran mendalam dari ayahnya, Gianfranco Circati, yang merupakan mantan pemain Serie A, Serie B, dan Perth Glory.
Meskipun sempat mengalami cedera ACL pada September 2024, pemain berusia 22 tahun itu sukses menembus tim utama Parma, menjadi kapten di level klub dan timnas, serta membawa Australia lolos ke Piala Dunia.
"Dad was the one who pushed me to where I am," kata Alessandro Circati kepada AAP.
Komunikasi intensif dengan sang ayah menjadi titik balik bagi karier profesional sepak bolanya saat ia diminta untuk melihat potensi diri sebagai pemain bertahan demi masa depan yang lebih baik.
"He was one that had the chat to me, saying, 'you're not an offensive player, you're more a defensive player'," ujar Alessandro Circati.
Circati sempat membutuhkan waktu beberapa hari sebelum akhirnya bersedia menerima saran tersebut secara penuh.
"It was more: 'sit down, Ale, look at me and … if you actually do want to be serious about what you're doing and your future and if you do want to make a career, then I do suggest you play at the back'," ucap Alessandro Circati.
Setelah menerima keputusan itu, performa produk muda Perth Glory yang bergabung dengan Parma pada usia 17 tahun tersebut terus meningkat di Italia.
"It probably took me two or three days to settle, and then once I accepted it, I said 'you know what, I'll take it on board, let's do it'," tutur Alessandro Circati.
Bagi Circati, berkarier dan menembus kompetisi kasta tertinggi di Italia merupakan sebuah pencapaian besar yang kini sudah terasa biasa baginya.
"It's a dream come true," kata Alessandro Circati.
Ia menambahkan bahwa bermain di liga seketat Serie A merupakan impian banyak pesepak bola yang tidak mudah untuk dicapai.
"A lot of the boys want to play in the top leagues. It's not easy to arrive there, it's not easy to be able to play in the league. It's a very tough league to play," jelas Alessandro Circati.
Kini Circati memilih fokus untuk melangkah maju dan membantu Australia lolos dari fase grup Piala Dunia ketimbang memikirkan ketertarikan dari klub-klub besar.
"At the moment, it's a bit natural to me. I don't know how to describe it, but from an external point of view, I'm sure it's looked up at – for me, now it's just the norm, and I just want to take forward steps from where I am now," ungkap Alessandro Circati.
Lini serang Turki yang dihuni oleh bintang Juventus Kenan Yildiz dan pemain Real Madrid Arda Guler menjadi tantangan utama yang harus dihadapi Circati bersama rekan-rekannya.
"It's probably some of the best quality, individual quality in world football," tutur Alessandro Circati.
Meskipun demikian, Circati menegaskan bahwa persiapan dan pendekatan timnas Australia akan tetap sama seperti menghadapi pertandingan lainnya.
"We just have to face the game like any other game, really," kata Alessandro Circati.
Circati mengaku tidak gentar karena sudah terbiasa menghadapi berbagai tipe penyerang di kompetisi domestik Italia.
"I've played against him (Yildiz), I've played against tougher opponents, I've played against weaker opponents but the preparation, the approach to the game is always the same," ujar Alessandro Circati.