Alasan Rumput Laut Bukan Tumbuhan Meski Hijau dan Berfotosintesis

Share

Warna hijau pada biota laut sering kali diidentikkan dengan vegetasi darat. Namun, seperti dilansir dari Detikcom, rumput laut sebenarnya tidak masuk dalam kategori tumbuhan melainkan kelompok alga.

Biota perairan ini tetap memproduksi makanan sendiri memanfaatkan klorofil dan pigmen pendukung melalui bantuan sinar matahari. Berdasarkan laporan Britannica, mekanisme fotosintesis tersebut berjalan layaknya organisme pembuat makanan pada umumnya.

Secara anatomi, rumput laut tampak mempunyai bagian menyerupai akar, batang, hingga daun. Meskipun demikian, bagian-bagian tersebut berbeda dari tumbuhan darat karena tidak memiliki sistem jaringan khusus.

Organisme ini lazim tumbuh dengan menempel di perairan pantai bebatuan yang dangkal. Keberadaannya menempel pada dasar laut tanpa menyerap nutrisi layaknya akar tanaman darat.

Secara sederhana, struktur anatominya terdiri atas organ mirip akar penempel, tangkai serupa batang, serta helai daun. Kebanyakan dari mereka tersebar di wilayah perairan dengan kedalaman di bawah 40 meter.

Selain varian hijau yang populer, alga jenis ini terbagi menjadi tiga kelompok warna utama, yakni hijau, merah, dan cokelat. Setiap varian memiliki pigmen serta karakteristik yang berbeda.

Varian hijau dominan dengan kandungan klorofil. Varian merah memiliki pigmen fikobiliprotein yang memunculkan warna merah hingga keunguan. Varian cokelat mengandung pigmen fucoxanthin yang memberi warna cokelat kekuningan.

Pada varian cokelat seperti kelp dan sargassum, terdapat kantung udara bernama pneumatocyst. Organ ini berfungsi sebagai pelampung agar helaian alga mengapung ke permukaan laut guna menyerap sinar matahari.

Jenis kelp tergolong kaya akan nutrisi dan sebagian di antaranya hidup di perairan yang lebih dingin. Kumpulan alga ini juga mampu membentuk hutan kelp yang memengaruhi lingkungan sekitar, seperti meredam gelombang dan memperlambat arus laut.

Ragam Genus Kelp di Ekosistem Laut

Berdasarkan data Smithsonian, terdapat 182 spesies kelp yang terbagi ke dalam 8 famili dan 30 genus. Beberapa kelompok utamanya memiliki karakteristik pertumbuhan yang unik.

1. Macrocystis

Macrocystis merupakan alga terbesar yang bisa tumbuh hingga 60 meter. Laju pertumbuhannya mencapai 60 sentimeter per hari dan dapat hidup selama beberapa tahun sebagai kanopi hutan kelp.

2. Nereocystis

Dikenal sebagai rumput laut banteng, genus berukuran besar ini juga berfungsi mengisi lapisan kanopi hutan laut. Perbedaannya dengan Macrocystis terletak pada masa hidupnya yang hanya berkisar 18 bulan.

3. Laminaria

Dikenal dengan sebutan horsetail kelp, jenis ini mendiami perairan dingin di wilayah kutub. Laminaria biasanya tumbuh melekat di dekat dasar laut atau bagian bawah hutan kelp.

4. Lessonia

Lessonia tumbuh di perairan dangkal belahan bumi selatan hingga kedalaman 25 meter. Genus ini paling sering dipanen untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku industri kosmetik serta farmasi.

5. Ecklonia

Ecklonia hidup di lepas pantai Afrika Selatan pada kedalaman yang lebih dangkal dibanding Lessonia. Tumbuhan ini memiliki tinggi sekitar 10 meter dengan satu pneumatocyst di pangkal helai daunnya.

6. Alaria

Alaria atau ribbon kelp berukuran relatif lebih kecil dengan panjang dewasa mencapai lebih dari 3 meter. Genus berdaun tunggal yang tebal ini banyak dijumpai di perairan Maine, Nova Scotia, hingga Irlandia.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: alga kelp rumput laut sains
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author