Aktris Sreelekha Mitra Dilaporkan ke Polisi Usai Aksi Unjuk Rasa
Aktris Benggala Sreelekha Mitra menghadapi serangkaian laporan polisi dari Partai Bharatiya Janata (BJP) terkait dugaan pembawaan poster bernada penghinaan terhadap Perdana Menteri Narendra Modi saat demonstrasi mahasiswa di Kolkata.
Aksi unjuk rasa yang berlangsung pada Jumat di wilayah Esplanade tersebut digelar oleh para mahasiswa untuk memprotes dugaan kebocoran soal ujian NEET serta menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan yang akhirnya mundur sehari kemudian.
Juru bicara dan pemimpin BJP Keya Ghosh mengajukan laporan resmi ke Kantor Polisi Anandapur, yang disusul oleh laporan serupa di Polisi Siber Bidhannagar serta beberapa wilayah distrik lainnya di Benggala Barat.
Pihak BJP mendesak kepolisian untuk segera menangkap sang aktris menggunakan pasal 352, 353, dan 356 dalam Bharatiya Nyaya Sanhita (BNS) 2023 atas dugaan pencemaran nama baik serta provokasi gangguan ketertiban umum.
"Dalam reli ini, Nona Sreelekha Mitra berpartisipasi aktif dan secara terbuka menampilkan poster berisikan kartun atau karikatur yang sangat menghina, keberatan, dan tidak menghormati Perdana Menteri India yang terhormat, Shri Narendra Modi," kata Ghosh, Pemimpin BJP.
Laporan tersebut menegaskan bahwa penayangan poster di ruang publik dilakukan secara sengaja untuk merendahkan kepala pemerintahan di hadapan masyarakat dan media.
"Poster itu sengaja ditampilkan di ruang publik yang menonjol untuk mengejek, merendahkan, dan menghina kepala konstitusional Pemerintah India di depan umum dan personel media," ujar Ghosh, Pemimpin BJP.
Ghosh menegaskan bahwa tindakan tegas harus diambil demi menegakkan hukum dan menjaga ketertiban.
"Tindakan hukum yang tepat harus diambil terhadap Sreelekha karena membagikan gambar tidak senonoh tersebut. Perilaku seperti itu pantas mendapat hukuman berat. Dia harus segera ditangkap. Jika tidak, kami akan melayangkan gugatan ke pengadilan," kata Ghosh, Pemimpin BJP.
Ia juga menambahkan bahwa penyampaian pendapat dalam demonstrasi politik tidak boleh melintasi batas hukum.
"Mengekspresikan ketidaksetujuan melalui protes politik tidak meluas hingga pencemaran nama baik di muka umum, penghinaan disengaja yang bertujuan merusak kedamaian umum, atau penggambaran keterlaluan yang dimaksudkan untuk memicu ketidakharmonisan publik," ujar Ghosh, Pemimpin BJP.
Ghosh turut menekankan posisinya sebagai warga negara yang merasa terganggu atas kejadian tersebut.
"Aktris Sreelekha Mitra berpose dengan gambar yang tidak pantas dari Perdana Menteri yang terhormat Narendra Modi. Ini tidak bisa diterima," kata Ghosh, Pemimpin BJP.
Menanggapi tuduhan tersebut, Sreelekha Mitra menglarifikasi situasi melalui video di media sosial dan wawancara media, menegaskan bahwa dirinya hadir semata-mata untuk mendukung perjuangan para mahasiswa.
"Polisi sedang melakukan tindakan pendorongan dengan tongkat pada saat itu, jadi foto saya diambil secara terburu-buru. Saya bahkan tidak pernah membalik poster itu untuk memeriksa gambar seperti apa dari PM yang ditampilkannya," kata Mitra, Aktris.
Mitra menjelaskan keterbatasan penglihatannya saat berada di tengah kerumunan padat demonstran.
"Saya mendengar bahwa beberapa laporan telah diajukan terhadap saya. Pertama-tama, izinkan saya memperjelas bahwa ada kerumunan yang begitu besar di lokasi protes sehingga saya hampir tidak mendapat kesempatan untuk melihat poster itu dengan cermat. Kebanyakan wanita hampir tidak melihat seorang pria di bawah pinggang.
Saya melihat karikatur Modi ji dengan tangan terentang dan menganggapnya lucu. Saya tidak menyadari hal lainnya," ujar Mitra, Aktris.
Ia menambahkan kondisi fisiknya yang tidak mendukung saat memegang poster ciptaan orang lain tersebut.
"Poster-poster itu dibuat oleh orang lain. Saya hanya kebetulan melihat satu dan berpose dengannya. Jika mereka ingin menangkap saya karena ini, mereka bisa melakukannya.
Mereka bahkan bisa menggantung saya karena hal itu. Dan jika mereka melakukannya, saya yakin akan ada protes besar lainnya. Pemerintah harus bersiap untuk itu," kata Mitra, Aktris.
Sang aktris juga menyebutkan detail pakaian yang dikenakannya sewaktu aksi berlangsung.
"Saya sedang memakai kacamata hitam dan bukan kacamata resep saya," ujar Mitra, Aktris.
Mitra menolak keras tuduhan bahwa dirinya bertindak sebagai sosok anti-nasionalis.
"Saya mungkin menentang BJP, tetapi menyebut saya anti-nasional adalah hal yang sepenuhnya konyol. Sama konyolnya jika ada yang berpikir bahwa saya sengaja memilih untuk memegang poster itu dan berpose untuk foto tersebut," kata Mitra, Aktris.
Petualangan hukum ini kini ditangani langsung oleh kepolisian daerah Kolkata dan Bidhannagar yang mengonfirmasi bahwa proses penyelidikan resmi telah dimulai.