Aksi Main Hakim Sendiri di Bali Pemicu Gelombang Duka Publik Figur

Share

Seorang warga berinisial KD tewas dihakimi massa akibat diduga mencuri ayam di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali, sebagaimana dilansir dari HaiBunda. Peristiwa tragis ini memicu gelombang empati publik setelah video putri bungsu korban menangis histeris beredar di media sosial.

Mendiang KD meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Dua anak korban saat ini masih menempuh pendidikan di tingkat SMA dan SD.

Perbekel Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, I Made Sutama, mengonfirmasi kondisi keluarga korban saat jenazah tiba di rumah duka.

"Anaknya ada tiga. Yang paling besar sudah menikah, yang nomor dua baru kelas 1 SMA, dan yang paling kecil masih kelas 1 SD. Kemarin saya yang menjemput jenazahnya. Saat tiba di rumah, melihat anaknya menangis tersedu-sedu, saya benar-benar sedih," kata Perbekel Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, I Made Sutama.

Sejumlah publik figur turut menyampaikan belasungkawa dan mengecam aksi main hakim sendiri tersebut melalui media sosial. Aktris Prilly Latuconsina membagikan ulang pemberitaan mengenai musibah yang menimpa keluarga KD.

"Kenapa bisa main hakim sendiri karena diduga mencuri ayam??? Apa kabar yang mencuri ratusan miliar hingga triliunan?" tulis Prilly Latuconsina.

Selain Prilly, presenter Marshel Widianto juga menyoroti tindakan brutal massa yang mendahului proses hukum.

"Bapak….. Bapak….. Bapak.

Ketika dugaan mendahului kebenaran, dan amarah menutup pintu nurani. Ketika harga seekor ayam lebih tinggi dari satu nyawa manusia? Masih 'diduga', tapi vonis jalanan sudah terlanjur merenggut paksa napas seorang ayah," tulis Marshel Widianto.

Marshel menambahkan bahwa tindakan emosional semacam itu hendaknya tidak terulang kembali di tengah masyarakat.

"Nyawa yang hilang tak akan pernah bisa dikembalikan. TOLONG, jangan SAMPAI biarkan emosi membuat kita lupa caranya menjadi manusia. Tolong jangan sampai terulang lagi kejadian seperti ini," sambungnya.

Penyanyi Rossa turut menyampaikan simpati mendalam untuk putri mendiang KD yang ditinggalkan.

"Jaga dia ya Allah," tulis Rossa.

Sementara itu, aktivis dan penyanyi Melanie Subono membandingkan fenomena kemiskinan dan aksi pengeroyokan ini dengan kasus korupsi serta peran kehadiran negara.

"Kalian marah atas tindakan mencuri. Tapi kalian membunuh, itu enggak dosa?? bedanya sama yang kalian suka tuduh korup membunuh mencuri dll apa? Btw, tolong baca terutama ujung caption ini," ungkap Melanie Subono.

Melanie menilai pengeroyokan atas dugaan pencurian bahan makanan harian menandakan kondisi sosial yang kian memprihatinkan.

"Tahun lalu anak SD gantung diri, tahun ini anak kecil lihat jenazah ayahnya karena mencuri makanan, salah, yang mengeroyok salah dan harus di proses. Tapi entah kenapa belakangan gg merasa semua makin enggak baik. "Mencuri" makin makin untuk hal keseharian.

Bukan emas. Tapi makanan," lanjutnya.

Melanie juga mendorong agar aparat dan pemerintah segera turun tangan membenahi masalah sosial di masyarakat.

"Salah. Membunuh mengeroyok dll itu SALAH. Bukannya ini saatnya kalian turun, ngemong seperti bapak yang anaknya lagi berantakan?

Atau nunggu hari anak lainnya? Atau info-info itu dihalangi oleh orang yang ga jelas fungsi nya di sekitar sana?" katanya.

Artis Aldi Taher mengunggah video pesan terbuka agar masyarakat tidak lagi menghakimi terduga pelaku kejahatan secara sepihak.

"Tolong dong, tolong jangan main hakim sendiri. Kalian nyesel kan? Ada anak kehilangan ayahnya.

Jangan saling menyakiti. Astagfirullah, jangan main hakim sendiri, jangan main hakim sendiri kalau memang terbukti mencuri ada hukum di negara ini. Jangan main hakim sendiri nanti kalian akan mempertanggungjawabkan perbuatan kalian di akhirat," ungkap Aldi Taher.

Ia mengingatkan bahwa hukum negara dan ajaran agama melarang tindakan kekerasan antarmanusia.

"Ya Allah sadis banget, lindungi anak itu, bahagiakan anak itu, sayangi anak itu dunia maupun akhirat. Please jangan main hakim sendiri, jangan kekerasan. Tuhan saja maha pemaaf kenapa kalian menyakiti? Kita enggak punya hak menyakiti, yang punya hak jadi hakim hanya Tuhan," pesan Aldi Taher.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: bali Hukum kriminal viral
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author