Aksi Balita Dua Tahun Selamatkan Adik dalam Kandungan Ibunya

Share

Seorang balita berusia dua tahun bernama Aiden berhasil membantu menyelamatkan nyawa adiknya yang berada di dalam kandungan sang ibu, Amanda Braverman-Brohn, di Wisconsin, Amerika Serikat, setelah menyadari hilangnya gerakan janin.

Kejadian yang dialami keluarga tersebut dilansir dari HaiBunda. Saat kehamilan memasuki usia 37 minggu pada 2008, Braverman-Brohn sedang menjalani istirahat total akibat risiko persalinan prematur sebelum balitanya menyadari ada perubahan pada calon adiknya.

Ketika bermain dokter-dokteran menggunakan stetoskop mainan pada perut ibunya, Aiden mendadak tidak mendengar respons dari janin yang biasanya ia sebut dalam kondisi baik-baik saja.

"Dia melakukan pemeriksaan rutin seperti biasa, dan dia berkata, 'Bayi itu tidak baik-baik saja," kata Braverman-Brohn.

Pernyataan anak balitanya membuat Braverman-Brohn langsung bergegas menuju rumah sakit. Dokter yang menangani kondisi darurat tersebut segera melakukan tindakan operasi caesar untuk mengeluarkan bayi yang diberi nama Preston.

Pemeriksaan medis menunjukkan Preston mengalami stroke saat berada di dalam rahim. Tim medis di ruang operasi berhasil menyelamatkan nyawa bayi tersebut setelah melakukan tindakan resusitasi.

Peristiwa darurat itu mendorong Braverman-Brohn menjadi advokat pencegahan kematian bayi dalam kandungan untuk meningkatkan kesadaran para ibu hamil mengenai bahaya stillbirth.

Data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat kematian janin dalam kandungan memengaruhi 1 dari 175 kelahiran, dengan angka kasus mencapai sekitar 21.000 bayi lahir mati setiap tahun di Amerika Serikat.

Risiko stillbirth terbilang dua kali lebih tinggi dialami oleh perempuan kulit hitam non-Hispanik dibandingkan kelompok lain. Braverman-Brohn lantas aktif menyebarkan edukasi kesehatan ibu hingga berdiskusi dengan senator setempat.

"Mengajari calon orang tua cara melacak gerakan janin dan mengapa itu penting bukanlah hal yang invasif," kata Braverman-Brohn.

Guna memberikan pemahaman yang mendalam bagi para orang tua, edukasi pemantauan janin mandiri dinilai sangat krusial dalam pencegahan risiko fatalitas kehamilan.

"Mereka bisa melakukannya di rumah. Mereka bisa membela diri sendiri. Mereka mendapatkan pengetahuan yang memberdayakan mereka untuk menggunakan suara dan berbicara," ujar Braverman-Brohn.

Kini Preston telah tumbuh dewasa dan merayakan kelulusan sekolah menengah atas. Momen tersebut menjadi pengingat penting bagi Braverman-Brohn akan perjuangan keselamatan putranya.

"Kelulusannya mengingatkan saya bahwa saya mulai menganggap remeh momen-momen biasa. Hidup itu rapuh dan hidup itu istimewa," kata Braverman-Brohn.

Hubungan erat antara kedua saudaranya juga terus terjalin berkat peristiwa berharga di masa kecil mereka tersebut.

"Aiden akan menceritakan betapa beruntungnya dia karena sahabatnya masih hidup sampai sekarang," kata Braverman-Brohn.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author