Akademisi UMSurabaya Soroti Rencana Redesain Buku Pelajaran SD

Share

Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mendesain ulang buku pelajaran sekolah dasar mendapat sorotan dari akademisi Universitas Muhammadiyah Surabaya pada Minggu (9/8/2026), dilansir dari Detikcom. Pembaruan tersebut dinilai tidak boleh sebatas perbaikan tampilan fisik.

Pengamat pendidikan dan kajian budaya Universitas Muhammadiyah Surabaya, Radius Setiyawan, mengapresiasi langkah pemerintah dalam meningkatkan mutu buku sekolah. Namun, ia mengingatkan pentingnya memastikan materi pelajaran terbebas dari bias serta stereotipe.

Radius menegaskan bahwa representasi masyarakat Indonesia harus dihadirkan secara adil dalam setiap buku pelajaran.

"Memperbaiki buku teks jangan hanya soal memperbaiki materi, kualitas cetakan, atau tampilan buku. Yang juga penting adalah memastikan buku tersebut bebas dari bias dan stereotipe," kata Radius, Pengamat Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Pembaruan materi disukai karena buku sekolah menjadi sarana pembentukan cara pandang anak terhadap dunia. Evaluasi dinilai perlu mencakup stereotipe gender, ras, agama, daerah, kelas sosial, hingga hubungan manusia dengan lingkungan.

"Indonesia adalah negara yang sangat beragam. Jangan sampai buku pelajaran justru menyederhanakan keberagaman tersebut atau menghadirkan kelompok tertentu melalui stereotipe," kata Radius, Pengamat Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Terdapat tiga aspek utama yang disarankan untuk diperhatikan, meliputi akurasi pengetahuan, keadilan representasi, dan pengembangan daya kritis siswa. Selain itu, perspektif ekologis perlu diperkuat agar generasi muda memahami dampak tindakan manusia terhadap alam.

Penyusunan buku teks diharapkan melibatkan akademisi, guru, peneliti, praktisi pendidikan, serta kelompok masyarakat terkait.

"Kalau ingin memperbaiki buku teks, kita tidak cukup hanya bertanya apakah materinya benar. Kita juga perlu bertanya: nilai apa yang sedang kita tanamkan kepada anak melalui buku tersebut?" kata Radius, Pengamat Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author