Ajudan Wali Kota Parepare Minta Maaf Usai Insiden Flare Nobar Piala Dunia 2026
Insiden pemicu keributan saat nonton bareng final Piala Dunia 2026 yang melibatkan staf pemerintah daerah akhirnya berujung pada permohonan maaf terbuka.
Ajudan Wali Kota Parepare Tasming Hamid bernama Ahmad Husaini menyampaikan permohonan maaf terkait video viral yang memperlihatkan dirinya memegang flare hingga memicu perselisihan dengan penonton lain, dilansir dari Detikcom.
Ahmad menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas riak yang timbul di masyarakat dalam beberapa hari terakhir akibat rekaman video yang beredar luas tersebut.
"Saya mau mengucapkan mohon maaf kepada semua khalayak netizen maupun yang merasa dirugikan terkait adanya kegaduhan selama dua hari ini yang beredar di media sosial," kata Ahmad Husaini.
Mengurai kronologi kejadian, Ahmad membantah tuduhan bahwa dirinya merupakan pihak yang menyalakan suar tersebut sejak awal di lokasi acara.
"Flare itu dinyalakan bukan dari saya dan flare itu menyala di tengah penonton," ujarnya.
Ahmad menerangkan bahwa dirinya mengambil langkah memindahkan suar tersebut demi meminimalkan risiko bahaya bagi para penonton di sekitarnya. Namun, ia tidak menyadari adanya percikan api yang mengenai warga lain.
Situasi kemudian memanas saat salah seorang penonton meluapkan amarah dan melontarkan perkataan kasar secara tiba-tiba kepada Ahmad di lokasi.
"Dia berikan saya kata makian dan umpatan, saya terpancing emosi. Setelah dia mengata-ngatai saya, dia sampaikan 'Ini ada yang kena'," ujarnya.
Guna meredakan ketegangan, Ahmad mengaku langsung memadamkan suar tersebut dan mendatangi penonton yang bersangkutan secara langsung untuk menyelesaikan masalah.
"Saya sampaikan langsung perkataan maaf, 'Kak, saya minta maaf. Saya tersulut emosi, Kak, karena Kakak lempar saya duluan'," ujarnya.