AHY Bahas Rencana Bandara Kertajati Jadi Pusat Perawatan Pesawat Hercules
Rencana pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat atau Bandara Kertajati di Majalengka sebagai pusat pemeliharaan pesawat militer milik Amerika Serikat masih terus bergulir.
Dilansir dari Detik Finance, infrastruktur tersebut diproyeksikan untuk menjadi fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul atau MRO bagi pesawat angkut militer turboprop C-130 Hercules.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menjelaskan dirinya telah berdiskusi dengan Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, mengenai program ini.
Kendati demikian, Agus Harimurti Yudhoyono menyatakan bahwa penjajakan kemitraan strategis antara Pemerintah Indonesia dan pihak Amerika Serikat tersebut sejauh ini belum mencapai kesepakatan final.
"Saya terakhir berkomunikasi dengan Bapak Menteri Pertahanan beberapa minggu yang lalu. Beliau mengatakan sebetulnya itu masih dalam pembicaraan. Jadi kita belum terlalu masuk ke sana," kata AHY saat ditemui di kantornya di Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).
Pemerintah saat ini memilih untuk memprioritaskan optimalisasi dan penguatan kapabilitas industri penerbangan domestik di lingkungan Bandara Kertajati.
Langkah nyata yang telah berjalan adalah kolaborasi antara pihak pengelola bandara dengan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk dalam membangun Kertajati Aerospace Park.
"Kami lebih fokus pada apa yang bisa dilakukan yang dalam kontrol kita, yaitu mengembangkan industri dalam negeri sendiri. Jadi PT DI, sebelumnya kemarin BIJB dengan GMF, Garuda Maintenance Facility, itu juga terus berjalan. Dan sekarang dengan PT DI, mungkin nanti dengan Pindad dan lain sebagainya," ujar AHY.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan telah merancang kawasan ini agar mampu bertransformasi menjadi pusat perawatan armada Hercules untuk skala regional Asia.
Inisiatif tersebut mengemuka setelah Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Perang Amerika Serikat, Pete Hegseth, di Pentagon.
Dalam kesempatan tersebut, pihak Pentagon menyampaikan ketertarikan untuk mendirikan pusat perawatan mesin pesawat angkut militer tersebut di Indonesia.
"Saat ini, terdapat rencana untuk menyiapkan kawasan Bandara Kertajati sebagai salah satu pusat MRO pesawat C-130/Hercules. Pemilihan Kertajati mempertimbangkan ketersediaan lahan yang luas serta fasilitas pendukung penerbangan yang sudah memadai," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi di Jakarta, dikutip dari Antaranews.