Ahli Gizi Ungkap Kandungan Nutrisi Kopi Slushie Viral
Tren minuman kopi slushie yang dibuat dengan membekukan kopi seduh lalu menghaluskannya sedang ramai dibagikan di media sosial. Tampilannya yang menyegarkan menarik banyak perhatian selama musim panas, seperti dilansir dari Detik Food.
Ahli gizi dan ahli diet asal South Carolina, Lauren Manaker, menjelaskan bahwa membekukan kopi tidak mengubah nilai gizinya. Kandungan gizi minuman ini sangat ditentukan oleh bahan tambahan yang digunakan.
"Sejujurnya, penyajian dalam bentuk beku tidak membuat kopi menjadi lebih sehat atau lebih tidak sehat dibandingkan saat diminum hangat. Itu tetap kopi, hanya lebih dingin dan lebih menyenangkan dinikmati saat musim panas," ujar Lauren Manaker.
Sebab mayoritas minuman slushie biasa mengandung gula tinggi dengan nilai gizi rendah, kopi slushie buatan sendiri dapat menjadi alternatif yang lebih baik. Racikan yang tepat membuat minuman beku ini tetap sehat.
Penggunaan susu sapi disarankan untuk menambah rasa kenyang. Susu sapi membawa 13 nutrisi esensial serta protein berkualitas tanpa gula tambahan. Susu bebas laktosa juga menjadi opsi bagi penderita intoleransi laktosa.
Manaker mengingatkan bahaya bahan pelengkap yang sering ditambahkan ke dalam racikan es kopi tersebut.
"Sirup berperisa, krimer manis, dan aneka topping bergula dapat diam-diam mengubah kopi es sehari-hari menjadi lebih mirip sebagai dessert," katanya.
Karakteristik kopi yang mengandung sekitar 95% air dinilai sangat cocok diolah menjadi minuman beku. Hal tersebut diungkapkan oleh Chandra Holt, pendiri brand kopi Incredibrew asal Texas.
"Karena sebagian besar kopi adalah air, Anda cukup membekukannya tanpa perlu menambahkan es. Itulah yang membuat kopi sangat cocok dijadikan slushie," kata Chandra Holt.
Pembuatan sajian ini dapat memakai cold brew maupun kopi panas yang telah didinginkan. Seduhan kopi pekat sangat disarankan agar rasa tetap kuat setelah dicampur susu.