by

Ada 88 Juta Serangan Siber, Zaiful Bokhari: KPU Baiknya Segera Antisipasi

JAKARTA – Calon Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta mewaspadai ancaman siber selama tahapan-tahapan Pilkada Serentak 2020.

Mengingat, serangan siber di Indonesia pada 2020 tercatat meningkat jauh dibanding tahun sebelumnya

Untuk antisipasi, Zaiful mendorong KPU melakukan peremajaan sarana. Meningkatkan keamanan situs KPU serta melakukan audit keamanan informasi sistem IT secara berkala.

Selain antisipasi internal, KPU didorong untuk meningkatkan kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Baca Juga  Wales Mantap di Puncak

Peningkatan kerja sama disebutnya sebagai upaya pengamanan dan antisipasi, seperti mengidentifikasi dan deteksi dini terhadap aplikasi dan jaringan yang digunakan KPU di setiap pelaksanaan pilkada.

”Kalau ada celah-celah kerawanan, segera dapat diketahui dan diatasi, mengingat potensi ancaman juga bisa terjadi pada proses penghitungan suara dan rekapitulasi hasil penghitungan suara melalui laman KPU,” papar calon dengan nomor urut 2 itu.

Baca Juga  Zaiful Bokhari: Jangan Takut Datang ke TPS, Tapi Ingat 12 Hal Agar Aman

Menurut dia, untuk transparansi, KPU dan pemerintah juga perlu berkolaborasi dengan organisasi publik dan swasta dalam menjaring masukan dalam memperbarui sistem keamanan KPU.

”Kami meminta komitmen pemerintah untuk menjamin dan melindungi data masyarakat yang telah masuk pada sistem KPU, serta terus berupaya melakukan langkah pencegahan terhadap setiap ancaman siber,” terang Bang Ipul-sapaan akrab Zaiful Bokhari.

Baca Juga  Pesan Mas Dibyo untuk Penyelenggara: Kedepankanlah Integritas Sebagai Gaya Hidup

Ada pun BSSN mencatat, lebih dari 88 juta serangan siber terjadi sejak 1 Januari hingga 9 Oktober 2019. Jumlahnya meningkat menjadi 325 juta serangan siber dalam periode yang sama pada 2020. (man/tap)

Baca Juga