Absensi Mitch McConnell di Senat AS Picu Kekhawatiran Partai Republik

Share

Ketidakhadiran Senator Mitch McConnell dalam waktu lama memicu kekhawatiran dari internal Partai Republik mengenai kemampuannya untuk kembali bekerja di parlemen Amerika Serikat. Politisi berusia 84 tahun tersebut tercatat belum mengikuti pemungutan suara sejak 11 Juni 2026, sebelum kantornya mengumumkan bahwa ia masuk rumah sakit tiga hari kemudian.

Pihak staf menyatakan bahwa kondisi sang senator terus menunjukkan perkembangan yang baik. Hubungan kerja dengan jajarannya dilaporkan tetap berjalan untuk membahas urusan wilayah Kentucky dan Senat selama masa reses.

"The senator continues to improve, and is working closely with his staff on Kentucky and Senate matters while the Senate is out of session," kata perwakilan staf Mitch McConnell.

Kondisi ini mendapat tanggapan dari komentator politik Scott Jennings yang mengaku telah berkomunikasi langsung. Jennings menyatakan dukungannya agar sang politisi bisa segera kembali beraktivitas.

"I told him we want to see him back at work as soon as possible," kata Scott Jennings di media sosial X pada Selasa.

Komunikasi terpisah juga dilaporkan telah dilakukan oleh Pemimpin Mayoritas Senat John Thune dan Senator John Barrasso menurut laporan Politico. Meski demikian, sejumlah legislator lain menyoroti kurangnya kejelasan informasi mengenai situasi medis yang sebenarnya.

"Many of us aren't speaking about Mitch McConnell's condition because we know nothing about his condition," ujar Senator Utah Mike Lee melalui akun X miliknya.

Absennya McConnell berdampak langsung pada posisi Republik yang hanya memegang mayoritas tipis 53-47 di Senat. Akibat celah tersebut, kubu Demokrat berhasil meloloskan resolusi yang menentang perang Presiden Donald Trump di Iran setelah dibantu oleh empat suara dari politisi Republik.

Kelanjutan perawatan medis ini juga berpotensi menghambat proses pembahasan anggaran pertahanan serta legislasi lain di Komite Alokasi Senat. McConnell sendiri dijadwalkan selesai menjabat pada Januari 2027, namun pengunduran diri yang lebih awal akan memicu dilaksanakannya pemilihan khusus di negara bagian Kentucky.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author