Abdurrahman Sediakan Ratusan Porsi Makan Siang Gratis di Warung Kosong 3 Cirebon

Share

Sebuah tempat makan di Jalan Sudarsono, Kota Cirebon, Jawa Barat, menarik perhatian banyak warga karena menyediakan makan siang gratis setiap hari. Tempat yang dikenal dengan nama Kosong 3 ini selalu ramai dikunjungi oleh berbagai kalangan masyarakat menjelang siang hari.

Seperti dilansir dari Detik Food, aksi sosial yang diinisiasi oleh Abdurrahman bersama rekan-rekannya sejak tahun 2024 ini kini mampu membagikan ratusan porsi makanan. Menu yang disajikan pun selalu berganti setiap harinya untuk para warga yang datang mengantre.

Suasana di sekitar lokasi pembagian terasa teduh karena dinaungi oleh deretan pohon besar. Warga yang terdiri dari pengemudi ojek online, pemulung, hingga pekerja harian tampak sabar menunggu giliran selepas waktu salat zuhur.

Di balik ramainya antrean, para relawan memasak seluruh hidangan di sebuah dapur sederhana yang dibangun di belakang lokasi. Pada awal pergerakannya, gerakan ini hanya mampu menyediakan belasan porsi makanan dengan menu yang sangat sederhana.

"Awal kita hanya 10 porsi sampai 15 porsi rutin sehari per hari," kata Abdurrahman saat ditemui di lokasi, Senin (18/5/2026).

Abdurrahman menceritakan bahwa kegiatan ini bermula dari pengalaman sederhana saat membagikan makanan kepada warga yang kesulitan. Kala itu, menu yang disediakan hanya berupa nasi, telur, dan sambal.

"Dulu kan cuma nasi telur aja menunya. Dikasih nasi telur sama sambal aja sampai nangis ternyata belum makan," ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, jumlah masyarakat yang datang terus mengalami peningkatan. Kapasitas masakan pun ikut bertambah dan variasi menu makanan menjadi lebih beragam dari sebelumnya.

"Alhamdulillah sekarang bisa ganti-ganti menunya. Bahkan sampai tongseng daging sapi," katanya.

Proses pembagian makanan siap saji ini dimulai pada pukul 12.00 WIB. Pria berusia 50 tahun tersebut menegaskan bahwa pihaknya terbuka bagi siapa saja yang membutuhkan tanpa melakukan pembatasan.

"Sekarang sampai 350 sampai 400 porsi per hari. Yang antre banyak, di sini bebas siapa saja yang butuh makan boleh. Kita tidak membatasi. Yang antre ada ojol, pemulung, dan lain-lain," ujar pria berusia 50 tahun itu.

Volume warga yang datang biasanya akan terus mengalir dan bertambah panjang ketika waktu istirahat siang semakin dekat.

"Ini belum datang semua, nanti sampai sana biasanya," katanya sambil menunjuk antrean yang memanjang.

Mengenai pendanaan, seluruh biaya operasional pada awalnya ditanggung secara mandiri oleh pihak penggagas. Namun kini, sejumlah warga mulai ikut bergerak memberikan bantuan berupa bahan makanan untuk diolah bersama.

"Awalnya memang pribadi, terus ada orang yang terketuk, 'jangan telur terus dong kasihan. Saya nitip ya'. Misalkan nitip untuk hari ini lauknya begini, ada yang request donaturnya. Donatur yang menentukan sendiri," katanya.

Pihak pengelola sengaja memilih bantuan dalam bentuk logistik mentah dibandingkan uang tunai untuk menjaga transparansi gerakan.

"Dulu kita masih nolak dulu kalau ada yang mau donasi. Kalau mau donasi bahannya aja, kita tinggal masak," sambung dia.

Identitas "Kosong 3" yang melekat pada tempat makan gratis ini ternyata memiliki filosofi mendalam yang berkaitan dengan prinsip pelayanan sosial.

"Kita kan mau melayani, mau ngasih makan orang berarti kita melayani. Jadi kita betul-betul melayani, makanya kita harus dikosongkan dulu diri kita ini dari sombong, serakah, angkuh, itu kita hilangkan dulu," kata dia.

Saat ini, Abdurrahman mengelola kegiatan dapur umum ini bersama sang istri dan dibantu oleh beberapa relawan setempat.

Kehadiran program makan siang ini dirasakan langsung manfaatnya oleh para pekerja jalanan yang sedang melintas.

Jamal, salah seorang warga yang ikut mengantre, mengaku baru pertama kali datang ke lokasi tersebut. Ia mengetahui tempat itu saat melintas di kawasan Jalan Sudarsono.

Menurutnya, program seperti itu sangat berarti bagi masyarakat kecil.

"Sangat membantu buat kalangan orang-orang yang sederhana," ujarnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author