Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan Kondisi Ekonomi Bagus Saat IHSG Melemah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap berjalan baik di tengah tren penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi dalam sebulan terakhir. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya di Kompleks DPR RI Senayan, Jakarta, pada Kamis (4/6/2026).
Tren penurunan indeks saham Garuda tercatat melorot sebesar 19,15% dalam satu bulan terakhir, serta mengalami depresiasi hingga 33,60% sejak awal tahun 2026. Dilansir dari Detik Finance berdasarkan data RTI Business, IHSG melemah 3,48% ke level 5.734,25 hingga penutupan sesi I hari ini, bahkan sempat menyentuh level terendah pada angka 5.644,23 akibat penurunan yang melebihi 5%.
Pemerintah dipastikan tidak akan melakukan intervensi khusus terhadap pergerakan pasar saham tersebut karena landasan penilaian harga dinilai masih aman. Keadaan ekonomi yang positif diyakini akan menjadi penopang utama bagi penguatan nilai saham ke depan.
"Kalau dari saya sih enggak ada (tidak ada intervensi). Yang penting saya jelaskan bahwa kondisi ekonomi kita bagus dan akan membaik terus. Itu harusnya menjadi landasan ke penilaian harga saham," kata Purbaya, Menteri Keuangan.
Pertumbuhan kinerja sektor perbankan nasional, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, dijadikan sebagai salah satu indikator nyata kekuatan ekonomi domestik. BRI dilaporkan berhasil membukukan kenaikan signifikan pada aspek penyaluran kredit maupun perolehan keuntungan bersih perusahaan.
"Kalau Anda lihat, kemarin BRI mengumumkan pertumbuhan kreditnya 13% lebih. Pertumbuhan profitabilitanya juga 13% lebih, berapa triliun juga ya. Jadi, memang ada perbaikan di sana," jelas Purbaya, Menteri Keuangan.
Menurut pandangan Purbaya, kemerosotan yang melanda IHSG bukan mencerminkan rusaknya fundamental ekonomi nasional, melainkan akibat sentimen negatif eksternal. Isu penurunan peringkat kredit Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional dinilai memicu kepanikan di pasar modal dalam negeri.
"Karena banyak isu-isu negatif, cuma kita sendiri yang jatuh sama China kalau nggak salah. Jadi, saya pikir banyak rumor di dalam negeri. Yang pasti ketika S&P datang ke sini ada rumor S&P akan men-downgrade. Padahal saya baru mau ketemu nanti malam," ujar Purbaya, Menteri Keuangan pada Rabu (3/6/2026).