John Herdman Terapkan Sistem Pitstop Formula 1 di Timnas Indonesia
Timnas Indonesia yang saat ini menempati posisi ke-122 FIFA tengah memasuki babak baru di bawah arahan tim kepelatihan John Herdman. Pelatih berkebangsaan Inggris tersebut telah secara resmi menakhodai skuad Merah Putih sejak Januari 2026.
Dalam sesi wawancara eksklusif pada program Bola Break, dikutip dari Bola, John Herdman membagikan pendekatannya dalam membangun struktur kerja yang efektif. Ia mengibaratkan sistem performa tinggi yang dirancangnya menyerupai pitstop dalam balapan Formula 1 yang menuntut kecepatan sekaligus efektivitas tinggi melalui keterlibatan banyak pihak.
"Sangat bagus. Sistem dan proses kerja kami di Timnas Indonesia. Kami mulai mengintegrasikan sistem daring. Di mana banyak staf sekarang bisa terlibat dalam pembentukan performa tinggi. Di mana kami menciptakan apa yang kami sebut Formula 1 pitstop untuk para pemain," ungkap Herdman kepada Bola.com.
Langkah taktis ini diambil karena para penggawa Timnas Indonesia memiliki waktu persiapan yang sangat terbatas. Banyak di antara mereka yang berkarier di luar negeri, termasuk di klub-klub Eropa serta Amerika Serikat, sehingga terkadang baru bisa bergabung satu atau dua hari menjelang pertandingan dimulai.
Guna mengatasi kendala geografis dan waktu tersebut, tim kepelatihan menerapkan pemantauan serta koordinasi jarak jauh secara matang sebelum para pemain tiba di tanah air.
"Sebelum mereka datang ke Indonesia, sudah ada proses dan sistem untuk mempersiapkan mereka.Apakah itu rapat taktik, pertemuan satu lawan satu dengan pemain, kontak dengan tim sport science dan klub. Ketika mereka mendarat di Jakarta, they siap tampil," jelas John Herdman.
Kolaborasi Staf Lokal dan Internasional
Sistem kerja digital ini juga memfasilitasi integrasi serta pelatihan bagi jajaran staf pelatih lokal yang dipadukan dengan tenaga profesional internasional. Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan tim yang profesional dan tanpa alasan bagi para pemain.
Melalui persiapan yang maksimal, fokus utama para pemain kini sepenuhnya diarahkan pada performa di atas lapangan hijau sewaktu bertanding.
"Kami menciptakan sistem online. Kami melatih staf lokal dan membawa staf internasional untuk bekerja bersama.Untuk menciptakan lingkungan yang pada akhirnya menghilangkan semua alasan bagi para pemain," jelas Herdman.
"Jadi mereka hanya fokus tampil.Ketika pertandingan datang dan hasilnya tidak tercapai, mereka harus bercermin pada diri sendiri. Kami sudah melakukan semua yang kami bisa untuk memberi mereka kesempatan menang. Itulah misi sejauh ini. Sangat bagus," tandasnya.