Jakarta Movin Garap Musikal Senja Teduh Pelita dari Lagu Maliq

Share

Grup musik Maliq & D'Essentials berkolaborasi dengan tim Jakarta Movin mempersiapkan panggung musikal berjudul Senja Teduh Pelita yang dijadwalkan tampil pada 3 hingga 12 Juli di Graha Bhakti Budaya, kompleks TIM, Jakarta Pusat. Pementasan ini mengadaptasi puluhan karya lagu dari grup musik tersebut.

Pemilihan judul tersebut didasari oleh makna mendalam dari lagu Senja Teduh Pelita bagi para personel band. Fakta mengenai arti penting karya ini diungkapkan langsung oleh vokalis band dalam sebuah konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya (GIK), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

"Bagi kita, ini lagu yang monumental. Karena ada satu tonggak penting dalam sejarah perjalanan Maliq. Lagu ini menyatukan kembali feel Maliq sejak pertama kali kami jalan sampai sekitar tahun 2019," kata Angga Puradiredja, Vokalis Maliq & D'Essentials.

Karya musik tersebut dinilai berhasil mengembalikan ikatan emosional di antara para personel seperti sediakala. Selain itu, lagu ini juga menyimpan memori emosional yang kuat bagi mereka saat berkesempatan tampil dalam satu panggung bersama grup musik internasional, Coldplay, serta saat melakukan rekaman di studio legendaris Abbey Road.

"Kedua, lagu ini juga punya banyak momen. Kami sempat ke Abbey Road waktu itu. Lalu kami juga pernah tampil bersama Coldplay dengan lagu ini. Jadi kami memang punya ikatan emosional dengan lagu ini," sambung Angga Puradiredja, Vokalis Maliq & D'Essentials.

Pihak band merasa sangat tersentuh ketika karya yang memiliki nilai sentimental tinggi ini bertransformasi menjadi sebuah pertunjukan panggung. Anggota band lainnya turut menegaskan bahwa lagu tersebut merepresentasikan identitas musik mereka secara utuh kepada pendengar.

"Sekarang perjalanan itu berlanjut ke drama musikal. Jadi kalau dari sisi sentimental, lagu ini memang spesial," tutur Angga Puradiredja, Vokalis Maliq & D'Essentials.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh personel lain yang menilai bahwa komposisi lirik dan musik dari judul yang dipilih merupakan representasi paling akurat bagi grup musik mereka. Judul tersebut dianggap sudah sangat melekat dengan citra band di masyarakat.

"Senja Teduh Pelita tuh mewakili semua sound, pesan, dan perasaan yang ingin kami sampaikan. Dari sisi lirik, musik, lagu ini paling tepat. Bahkan secara judul, kalau orang mendengar Senja Teduh Pelita, langsung mengaitkannya dengan Maliq," tegas Widi, Personel Maliq & D'Essentials.

Pertunjukan musikal ini merangkai 20 lagu pilihan milik Maliq & D'Essentials menjadi sebuah alur cerita yang unik mengenai perjuangan pascapandemi. Kisahnya berpusat pada tokoh anak bernama Arah, yang diperankan oleh Alf Elijah Sigarlaki dan Daria Lakshmi Algamar, dalam membentuk kelompok Pasukan Pelita.

Kelompok Pasukan Pelita digambarkan terdiri dari sembilan anak dengan keahlian spesifik yang berbeda-beda. Tokoh Kala sebagai ahli sejarah dunia diperankan oleh Xandrea Abigail Tabythaputri dan Clioichi Junio Eigo, sementara Volta yang menguasai bidang mekanika dan listrik dimainkan oleh Sahlendra Syarief.

Karakter lainnya meliputi Lanit sang pembaca bintang oleh Mavisha Reakana, Hara sang ahli tumbuhan oleh Emily Olivia, serta Palu sang ahli bangunan oleh Nayaka Maleakhi. Selain itu, ada tokoh Raga si pemanjat andal oleh Nadindra Gynta, Binbin si pemaham hewan oleh J. Rizhan, dan Lagu yang peka suara oleh Annabella Farizky, yang bersama-sama mencari harapan masa depan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author