Cafu Sebut Kemampuan Teknik Neymar Berada di Atas Messi dan Ronaldo

Share

Kualitas teknis penyerang Brasil, Neymar, mendapat penilaian tinggi dari legenda sepak bola dunia, Cafu. Mantan kapten Timnas Brasil tersebut melontarkan pandangan bahwa kemampuan individu Neymar berada di atas dua megabintang modern, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Seperti dikutip dari Bola, Cafu yang telah mengoleksi dua gelar Piala Dunia melihat kelebihan utama Neymar ada pada penguasaan teknik dasar serta kemampuannya mengolah si kulit bundar di area yang sempit.

Kemampuan menggiring bola dan mengecoh barisan pertahanan lawan sudah melekat pada Neymar sejak kecil. Bakat alamiah ini terasah melalui kompetisi futsal di Sao Paulo, sebelum akhirnya berkembang di akademi Santos hingga membawanya ke kompetisi tertinggi Eropa bersama Barcelona.

Saat berseragam Barcelona, Neymar sempat bermain dalam satu tim bersama Messi dan berhadapan langsung dengan Ronaldo di berbagai ajang elite. Pada periode tersebut, performanya dinilai menjadi ancaman nyata bagi dominasi kedua pemain dunia itu.

Kendati demikian, keputusannya untuk hengkang ke Paris Saint-Germain (PSG) menjadi titik balik dalam kariernya. Cedera yang datang bertubi-tubi, dinamika transfer klub, serta penurunan performa secara menyeluruh membuat karier sepak bolanya tidak lagi berada di level tertinggi.

Walaupun performa Neymar sempat menurun dalam beberapa tahun terakhir, pandangan Cafu mengenai kualitas talenta sang pemain tidak pernah berubah.

"Bagi saya, Neymar secara teknik bahkan lebih baik daripada Ronaldo dan Messi," kata Cafu kepada The Times.

"Dia punya karier yang luar biasa."

Di sisi lain, Neymar justru tidak pernah menganggap dirinya berada di level yang sama dengan kedua sosok ikonik tersebut. Sikap rendah hati diperlihatkannya saat berhasil masuk dalam jajaran tiga besar nominasi Ballon d'Or pada tahun 2015.

Dalam sebuah sesi tanya jawab bersama Messi dan Ronaldo, sebuah momen menarik terjadi ketika Ronaldo mengakui keunggulan kaki kiri Messi. Neymar kemudian menyela pembicaraan tersebut dengan memberikan sebuah candaan.

"Saya ingin punya dua-duanya," ujarnya, merujuk pada kaki kiri Messi dan kaki kanan Ronaldo.

Neymar juga sempat mengungkapkan pandangannya mengenai perbandingan kualitas dirinya dengan kedua megabintang tersebut.

"Saya tidak tahu apakah saya sudah berada di level mereka. Mereka berdua adalah idola. Sulit membayangkan diri saya setara atau lebih baik dari mereka," kata Neymar.

"Saya sangat mengagumi mereka sejak lama, dan ini sebuah kehormatan bisa berada di sini bersama mereka. Saya berharap bisa kembali lagi," lanjutnya.

Peluang Membela Timnas Brasil di Piala Dunia 2026

Neymar kembali menembus jajaran elite pemain dunia di ajang Ballon d'Or pada tahun 2017, tetapi posisinya masih berada di bawah Messi dan Ronaldo. Setelah momentum itu, namanya tidak pernah lagi masuk dalam peringkat 12 besar pemain terbaik dunia.

Selain membahas kemampuan individu, Cafu juga memberikan pandangan mengenai peluang Neymar untuk masuk ke dalam skuad Timnas Brasil pada ajang Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

"Tim mana pun yang punya pemain penentu seperti Neymar, tentu membutuhkannya," kata Cafu.

"Kalau Neymar dalam kondisi baik, secara fisik, taktik, dan teknik, jelas dia pemain yang bisa menentukan hasil pertandingan. Tapi, keputusan tetap ada di tangan pelatih, Carlo Ancelotti, dan Neymar sendiri yang tahu apakah dia siap," ujarnya.

Sejak mulai menukari Timnas Brasil pada musim panas lalu, Carlo Ancelotti tercatat belum pernah memanggil Neymar ke dalam skuadnya. Sang pelatih menegaskan bahwa ia hanya akan membuka kesempatan bagi Neymar jika sang pemain berada dalam kondisi fisik yang prima 100 persen.

Pada fase kariernya saat ini, tantangan terbesar bagi Neymar bukan lagi bersaing dengan performa pemain sepak bola lain, melainkan perjuangan untuk menjaga kondisi tubuhnya sendiri dari cedera.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author