Xiaomi Prediksi Pelemahan Rupiah Pengaruhi Harga Ponsel di Indonesia
PT Xiaomi Communications Indonesia memproyeksikan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi memengaruhi harga jual perangkat kosumen di tanah air, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz pada Selasa (2/6/2026).
Tekanan biaya produksi industri gawai saat ini tidak hanya dipicu oleh pergerakan kurs mata uang, melainkan juga akibat hambatan rantai pasok global berupa keterbatasan pasokan komponen memori.
“Prinsipnya, kami di Xiaomi akan selalu melihat perkembangan. Bukan hanya kenaikan dari mata uang, tetapi situasi di industri, termasuk keterbatasan RAM dan memori yang juga meningkatkan harga," kata Andi pada awak media di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Manajemen perusahaan belum memberikan kepastian mengenai nominal perubahan harga ritel ke depan, namun dampak pembengkakan ongkos produksi dipastikan melanda industri telepon pintar secara menyeluruh.
“Saya tidak menjawab tidak [terjadi kenaikkan harga], saya juga tidak menjawab ya. Tapi memengaruhi? Ya, pasti akan memengaruhi. Dolar naik, memori juga masih langka, tentu faktor-faktor itu berpengaruh,” sebutnya.
Guna mempertahankan daya saing di pasar domestik, produsen elektronik asal Tiongkok ini menerapkan penyesuaian strategi dengan fokus mendistribusikan varian produk yang paling sesuai dengan daya beli dan kebutuhan fungsional masyarakat.
“Kami akan membawa produk-produk yang lebih relevan ke target audiens kami. Yang kami maksud value bukan hanya soal harga, tetapi juga manfaat dan fitur yang bisa didapatkan konsumen dari produk tersebut,” jelas Andi.
Konsumen yang memiliki rencana memperbarui perangkat komunikasi dalam waktu dekat disarankan untuk segera melakukan transaksi demi menghindari fluktuasi nilai jual akibat ketidakpastian kondisi ekonomi global.
“Semakin cepat membeli, semakin baik. Akan ada kemungkinan harga naik lagi. Jadi memang tidak dipungkiri akan ada dinamika harga ke depan, tetapi kapan waktunya kami belum bisa memberikan kepastian,” pungkas dia.