Usus Besar Wanita di Taiwan Berpindah ke Dada Akibat Sembelit 23 Tahun
Jagat media sosial digemparkan oleh pembahasan mengenai kasus medis sangat langka yang dialami seorang wanita asal Taiwan. Perbincangan hangat ini mencuat setelah foto rontgen tubuh wanita tersebut tersebar luas akibat mengalami sembelit parah selama 23 tahun.
Kisah ini awalnya dibagikan sendiri oleh sang pasien lewat platform media sosial Taiwan bernama Dcard pada tahun 2021. Belakangan ini, utas tersebut kembali viral dan memicu diskusi panjang di kalangan netizen.
Sejak masa kanak-kanak, wanita yang tidak diungkap identitasnya ini harus berjuang keras melawan konstipasi kronis. Setiap kali hendak buang air besar (BAB), ia terpaksa menghabiskan waktu hingga satu sampai dua jam dengan berjongkok atau duduk di toilet.
Berbagai metode alami telah ia upayakan demi kesembuhan, mulai dari memperbanyak konsumsi air putih, memilih makanan bertekstur lunak, hingga mengonsumsi sayur serta buah dalam porsi besar.
"Saya bahkan pernah menghabiskan tujuh buah pepaya berukuran besar dan dua buah naga besar dalam waktu satu minggu. Hasilnya? Tetap tidak bisa buang air besar," ungkap wanita tersebut dalam unggahannya.
Karena tidak sanggup lagi menahan penderitaan menahun yang menyiksa, ia akhirnya memutuskan untuk menjalani pemeriksaan medis secara menyeluruh di rumah sakit. Tim medis yang menangani dibuat terkejut saat melihat hasil foto rontgen (X-ray) pada bagian perut pasien.
Dilansir dari Detik Health, dokter mendeteksi kondisi ekstrem berupa posisi usus besar (colon) pasien yang telah berpindah tempat. Saluran pencernaan tersebut memanjang drastis melesat ke atas melewati batas normal perut, hingga hampir mencapai rongga dada di dekat jantung.
Kondisi penumpukan feses yang berlangsung selama puluhan tahun juga mengakibatkan bagian akhir usus besarnya kehilangan kerutan-kerutan alami. Hal ini terjadi karena dinding usus terus-menerus meregang akibat menampung kotoran.
Berdasarkan laporan media-media lokal Taiwan pada tahun 2021 lalu, tim dokter menegaskan bahwa satu-satunya solusi permanen untuk mengatasi kondisi ini adalah tindakan operasi besar. Prosedur pembedahan tersebut berupa pengangkatan seluruh usus besar (colectomy).
Walaupun pihak dokter memberikan secercah kabar baik bahwa ususnya belum sampai mengganggu fungsi organ jantung, wanita itu mengaku sangat ketakutan. Ia merasa sangat bimbang untuk naik ke meja operasi karena mengkhawatirkan munculnya risiko komplikasi jangka panjang pasca-pembedahan.