Dokter Spesialis Gizi Imbau Orang Tua Atur Porsi Susu Anak Intoleransi Laktosa

Share

Orang tua diimbau tidak langsung menghentikan konsumsi susu secara total saat anak mengalami intoleransi laktosa, melainkan cukup mengatur porsi dan frekuensi pemberiannya. Hal itu disampaikan oleh dokter spesialis gizi klinik dr Diana Felicia Suganda, M.Kes, SpGK dalam sebuah acara bincang-bincang pada Jumat (29/5/2026), seperti dilansir dari Detik Health.

Kondisi intoleransi laktosa terjadi akibat tubuh mengalami kesulitan mencerna gula alami dalam susu, namun batas toleransi setiap anak berbeda-beda. Oleh karena itu, pengenalan batas toleransi dan pengaturan porsi yang tepat menjadi langkah penting bagi orang tua.

"Kalau intoleransi laktosa sebenarnya bukan berarti kita nggak bisa sama sekali. Santai, kita masih bisa (konsumsi) dalam jumlah yang sedikit," jelas dr Diana.

Pengurangan frekuensi konsumsi menjadi solusi realistis ketika gejala muncul akibat pemberian makanan atau minuman mengandung susu yang terlalu sering dalam waktu berdekatan. Metode ini membantu tubuh anak agar tetap beradaptasi sekaligus menjaga asupan nutrisi dari produk susu.

"Kita tetap kasih sedikit-sedikit. Intoleransi akan lebih muncul jika misalnya kita minum susu setiap hari. Itu baru akan muncul karena terkena frekuensi yang sering," ujar dr Diana.

Selain mengatur konsumsi susu, orang tua juga dapat memanfaatkan berbagai produk pengganti yang saat ini sudah banyak tersedia untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Keragaman pola makan yang seimbang tetap menjadi hal utama dalam memastikan terpenuhinya zat gizi anak.

"We bisa switch ke sumber yang lain. Sumber providernya juga banyak," kata dr Diana.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author