Infinity Ward Ubah Arah Skin Kosmetik Call of Duty Modern Warfare 4

Share

Item kosmetik tetap menjadi sumber bisnis yang menjanjikan bagi game dengan model live service. Berbagai studio terus memproduksi kostum baru, skin senjata, hingga elemen personalisasi yang dapat dibeli menggunakan uang asli maupun mata uang internal game.

Langkah ini menjadi taktik utama dalam meraup pendapatan, walaupun skema penerapannya berbeda di setiap studio. Dilansir dari Gamebrott, seri Call of Duty kini mulai mengubah arah kebijakan setelah bertahun-tahun merilis item kosmetik yang dinilai tidak realistis.

Perubahan haluan ini terjadi setelah pengumuman resmi Call of Duty Modern Warfare 4. Pengembang Infinity Ward memberikan konfirmasi lebih lanjut melalui media sosial mengenai konsep penawaran konten mereka di masa mendatang.

Infinity Ward menegaskan bahwa semua elemen di dalam permainan akan diselaraskan dengan mode campaign. Setiap keputusan terkait pembuatan item kosmetik maupun kolaborasi harus masuk akal serta tidak keluar dari konteks dunia permainan.

Infinity Ward juga berjanji untuk mempertahankan atmosfer Modern Warfare 4 agar tetap realistis dan transparan bagi komunitas. Pihak pengembang secara aktif mengundang masukan dari para pemain agar proses pembuatan konten berjalan sesuai keinginan komunitas.

"Every aspect of Modern Warfare 4 is anchored in the game's narrative. Every feature, every decision needs to feel authentic to what Modern Warfare is, and that includes cosmetics and collabs. We're committed to keeping it grounded and transparent, and we want to hear from you on…" ujar Infinity Ward melalui akun media sosial resminya.

Langkah baru dari pengembang ini berpotensi mendapatkan respons positif dari komunitas pemain. Sebelumnya, sebagian besar pemain merasa kecewa terhadap keputusan kreatif yang diambil untuk seri game penembak taktis tersebut.

Walaupun Call of Duty sejak awal mengusung tema pertempuran tentara, Activision menerima banyak kritik akibat penyediaan item kosmetik dan crossover yang dianggap berlebihan. Konten-konten tersebut dinilai melenceng jauh dari unsur militer murni.

Kondisi ini bahkan membuat beberapa game pesaing menyatakan secara terbuka tidak akan meniru formula konten pasca-rilis milik Call of Duty. Sejak beralih menjadi game bergaya live-service, seri shooter populer ini memang sering mengadakan kolaborasi silang yang tidak selalu disambut baik oleh komunitas.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author