Manchester City Incar Kemenangan di Kandang Bournemouth Demi Gelar Juara
Manchester City bakal menantang tuan rumah Bournemouth pada pertandingan pekan ke-37 Premier League di Vitality Stadium pada Rabu dini hari WIB untuk menjaga peluang merebut gelar juara Liga Inggris tetap hidup.
Tim asuhan Pep Guardiola saat ini berada di peringkat kedua klasemen sementara dengan koleksi 77 poin, tertinggal dari Arsenal yang baru saja memperlebar jarak menjadi lima poin setelah mengalahkan Burnley 1-0.
Kemenangan menjadi harga mati bagi The Citizens karena hasil imbang atau kekalahan di markas The Cherries akan langsung memastikan trofi jatuh ke tangan Arsenal sebelum pekan terakhir bergulir.
Di sisi lain, Bournemouth yang tidak terkalahkan dalam 16 pertandingan terakhir juga mengincar poin penuh demi mengamankan tiket ke Liga Europa atau menjaga peluang lolos ke Liga Champions.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menyatakan dukungannya secara penuh kepada Bournemouth untuk memetik hasil positif saat menghadapi Manchester City.
"The biggest ever." kata Mikel Arteta, Manajer Arsenal kepada media hayters.com.
Arteta juga menyampaikan dukungannya bagi seluruh elemen tim lawan yang dipimpin oleh rekan masa kecilnya, Andoni Iraola.
"Of Andoni (Iraola) and all the players and all the people that are supporters of Bournemouth." tambah Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Hasil pertandingan di markas Bournemouth akan sangat menentukan nasib perebutan trofi sebelum pekan terakhir bergulir.
"I think we all are because we know what that means if tomorrow they get a result for us." lanjut Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Pelatih asal Spanyol tersebut kemudian menyoroti mentalitas luar biasa skuadnya yang tetap kompetitif di jalur juara, meskipun sempat kehilangan banyak pilar penting akibat cedera panjang sepanjang musim ini.
"I think we forget the amount of players that we have missed for a long, long period this season that are exceptional." ujar Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Keberhasilan melewati berbagai badai cedera dianggap sebagai bukti kekuatan mental dari tim asuhannya.
"That’s the merit I think of this team, that regardless of that, look where we are. We are one game away from winning the Premier League with everything that we’ve been through and that shows how strong the mindset and the team is." tutur Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Keputusan menurunkan Havertz terbukti tepat karena pergerakan pemain asal Jerman tersebut mampu memecah kebuntuan lini pertahanan Burnley.
"I had a feeling that he had to start and in the way that they set up I think he could be really difficult to handle and he’s shown that." sebut Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Mengenai rencana menyaksikan pertandingan krusial Manchester City di televisi, Arteta mengaku belum mengetahui seberapa lama ia akan sanggup menonton laga yang penuh tekanan tersebut secara langsung.
"I don't know how long I'm going to watch it." aku Mikel Arteta, Manajer Arsenal kepada uk.sports.yahoo.com.
Dirinya memastikan tetap akan memantau jalannya laga, meskipun tidak merencanakan agenda nonton bareng bersama jajaran staf maupun para pemain Arsenal.
"I will be there in front of the TV. But I don't know how much I'm going to be able to watch, I think that's the reality." jelas Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Arteta lebih memilih untuk menghabiskan waktu malam pertandingan tersebut di rumah bersama dengan keluarganya.
"I'm planning to watch it with my family and again I don't know for how long." papar Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Terkait spekulasi pengiriman pesan khusus kepada Iraola menjelang pertandingan, Arteta menganggap hal tersebut tidak diperlukan mengingat motivasi internal Bournemouth sudah sangat besar.
"I don't think it's needed." ucap Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Arteta sangat menghormati perubahan besar yang dibawa Iraola serta daya juang tinggi yang ditunjukkan oleh setiap tim di kompetisi kasta tertinggi Inggris ini.
"What he's done in that football club, the transformation, and what they are playing for, I don't think they need anything else." urai Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Ia berkaca dari performa Burnley yang tetap menyulitkan Arsenal meski status mereka telah dipastikan terdegradasi dari Premier League.
"When you look at how Burnley played today, the spirit that they showed, how difficult they made it – imagine tomorrow." tukas Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Beralih ke jalannya laga di Stadion Emirates, para pendukung tuan rumah harus melewati masa perpanjangan waktu yang menegangkan setelah timnya gagal menambah keunggulan dari sejumlah peluang emas pada babak pertama.
"We knew it was going to be tough especially when we didn’t close the game out in the first half with the chances that we have." ungkap Mikel Arteta, Manajer Arsenal kepada nbcsports.com.
Walau gagal mencetak gol tambahan, Arteta memuji solidnya organisasi pertahanan skuad The Gunners yang mampu meredam setiap potensi bahaya dari tim tamu.
"We didn’t concede anything but in the Premier League, anything can get you, you never know. … “That’s one of the abilities of this team — If we’re not able to make two or three goals, we certainly can make it difficult for opponents to score.”" rinci Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Arteta menolak menganggap remeh Burnley dan menegaskan bahwa kualitas tim asuhan Vincent Kompany tersebut tetap wajib diwaspadai.
"It’s never going to be easy especially with the quality this Premier League has. Burnley are going to be relegated but they are a top team with a good coach. That’s the beauty of this league." nilai Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Ketika disinggung mengenai insiden Kai Havertz yang sempat lolos dari hukuman kartu merah dalam pertandingan tersebut, Arteta menganggapnya sebagai dinamika biasa dalam sepak bola.
"Look at every action this season and we’re not going to get anything we don't deserve." tanggap Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Terkait fokusnya pasca-laga melawan Burnley, pelatih berkebangsaan Spanyol ini mengaku hanya ingin menikmati momen kemenangan penting yang baru saja meraih timnya.
"I don't know yet. I just want to enjoy tonight. Tomorrow we’ll see." cetus Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Sementara itu, manajer Bournemouth Andoni Iraola menegaskan timnya siap menyulitkan Manchester City meski tim tamu datang dengan motivasi tinggi.
"We sudah dekat (Liga Europa), tetapi belum mendapatkannya. Kami membutuhkan satu poin lagi, tetapi itu tidak akan mudah," kata Iraola yang dikutip dari BBC.
Iraola menambahkan bahwa timnya saat ini berada dalam kondisi bugar tanpa kendala cedera untuk menghadapi sang juara bertahan Piala FA.
"City sedang dalam performa bagus setelah meraih trofi, mereka juga berjuang untuk liga, tetapi kami siap. Kami dalam kondisi bagus, kami tidak mengalami cedera. Kami menantikan pertandingan besok," tegasnya.
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, mengakui bahwa Bournemouth merupakan lawan yang sangat agresif dan menjadi tantangan berat di sisa musim ini.
“Kami ingin datang ke pertandingan terakhir musim ini dengan peluang menjadi juara,” kata Guardiola dikutip laman klub.
Guardiola juga memuji performa tuan rumah yang sedang memburu tiket kompetisi Eropa musim depan.
“Untuk itu kami harus menang. Bournemouth tim yang luar biasa, they bermain untuk tiket Eropa dan tekanan mereka mungkin yang paling agresif di Liga Primer,” lanjutnya.
Kemenangan tipis 1-0 atas Chelsea di final Piala FA lewat gol Antoine Semenyo akhir pekan lalu diakui Guardiola menguras fisik, namun memberikan dampak psikologis positif.
"Rasa capeknya akan sama, tapi energinya akan berbeda," ujar Guardiola seperti dikutip dari Sky Sports.
Meski sadar jadwal pertandingan sangat padat, Guardiola optimis anak asuhnya akan berjuang hingga akhir demi meraih gelar liga.
"(Bournemouth) bukan lawan terbaik bagi kami setelah pertandingan seperti hari Sabtu tapi, di saat bersamaan, dua pertandingan — Selasa dan Minggu. Semuanya terbuka. Kami tahu persis apa yang harus kami lakukan dan kami akan mencobanya," kata Guardiola.
The Citizens berharap bisa mempertahankan persaingan ketat ini sampai pertandingan pamungkas melawan Aston Villa.
"Kami mencoba memperpanjang perburuan gelar. Satu-satunya peluang yang kami punya adalah memenangi pertandingan dan mencoba tiba di pertandingan terakhir melawan Villa dengan peluang yang masih terbuka," tutur Guardiola.
Laga krusial antara Bournemouth melawan Manchester City ini akan disiarkan langsung melalui saluran Champions TV 6 dan platform streaming Vidio pada pukul 01:30 WIB.