San Antonio Spurs Tundukkan Oklahoma City Thunder Menuju Final NBA

Share

San Antonio Spurs berhasil melaju ke babak Final NBA 2026 setelah menumbangkan juara bertahan Oklahoma City Thunder dengan skor 111-103 pada pertandingan penentu Game 7 Final Wilayah Barat yang berlangsung hari Sabtu, 30 Mei 2026.

Kemenangan tersebut membawa San Antonio Spurs lolos untuk menghadapi New York Knicks di partai puncak, yang sekaligus mengulang momen pertemuan kedua tim pada Final NBA tahun 1999 silam.

Victor Wembanyama memimpin perolehan angka San Antonio Spurs dengan mencetak 22 poin dan 7 rebound, dibantu oleh Julian Champagnie yang menyumbang 20 poin melalui akurasi tembakan tiga angka 6-dari-10.

Pencapaian ini sekaligus membawa San Antonio Spurs mengatasi perlawanan sengit dari peraih gelar MVP NBA dua musim beruntun, Shai Gilgeous-Alexander, yang menorehkan 35 poin bagi Oklahoma City Thunder dalam laga tersebut.

Keberhasilan ini juga melahirkan catatan unik bagi Harrison Barnes yang sedang merayakan hari ulang tahun ke-34, di mana para pemain NBA kini memiliki rekor kemenangan sempurna 8-0 saat berulang tahun tepat di hari Game 7.

Melalui siaran pascapertandingan di NBC, MVP Final Wilayah Barat Victor Wembanyama membagikan pandangannya mengenai kesulitan yang dia hadapi sepanjang seri pertandingan melawan penjagaan ketat dari Oklahoma City Thunder.

"It was a lot of personal difficulties, because they were so focused on me that I needed to find ways to help my team even though … they were actively trying to prevent me from helping my team. Over the course of the series, I found answers because the coaches were amazing, offense and defense. The whole point was trusting the basketball gods, trusting my teammates." ujar Victor Wembanyama, Pemain San Antonio Spurs.

Pemain asal Prancis tersebut kemudian merespons pertanyaan dari Carmelo Anthony mengenai cara memotivasi diri di hadapan atmosfer markas lawan yang dinilai kurang ramah di Oklahoma City.

"This fueled me more than anything else could have. This game is so hard. This team is so good that you've got to use every single emotion in you in order to win. Sometimes those emotions are passion, love for the game. Sometimes, it's anger. Sometimes, it might even be jealously. But I don't want to weigh myself down with any of these energies. I use them on the court." kata Victor Wembanyama, Pemain San Antonio Spurs.

Kemenangan emosional ini diakui sangat berkesan bagi Victor Wembanyama karena berhasil mewujudkan sebagian dari impian masa kecilnya untuk bisa berlaga di partai puncak kompetisi bola basket tertinggi dunia.

"Realizing that some part of a childhood dream is going to come true. Even though I'm still hungry for one more, this feeling is, I can't explain it, it's so powerful." tutur Victor Wembanyama, Pemain San Antonio Spurs.

Di sisi lain, kekalahan ini menghentikan ambisi Shai Gilgeous-Alexander untuk mengawinkan gelar MVP musim reguler dan MVP Final NBA dalam dua musim berturut-turut, sekaligus memaksa Oklahoma City Thunder menutup musim lebih awal.

Meski mengalami kekalahan di markas sendiri, pelatih kepala Oklahoma City Thunder Mark Daigneault tetap memberikan apresiasi dan rasa hormat yang tinggi atas performa luar biasa yang ditunjukkan oleh tim lawan.

"We have nothing but respect for their team," kata Mark Daigneault, Pelatih Oklahoma City Thunder.

Pertandingan Game 1 babak Final NBA 2026 antara San Antonio Spurs melawan New York Knicks dijadwalkan akan berlangsung di San Antonio pada hari Rabu, 30 Mei 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author