Penjualan Diageo Melonjak di Eropa dan Amerika Latin
Produsen minuman terkemuka Diageo sukses membukukan lonjakan penjualan di wilayah Eropa serta Amerika Latin dan Karibia (LAC).
Kenaikan performa di dua wilayah ini berhasil mengompensasi penurunan penjualan yang terjadi di pasar utama mereka, Amerika Serikat.
Dilansir dari Detik Food, produsen wiski Johnnie Walker dan bir hitam Guinness ini mencatatkan kenaikan penjualan bersih organik sebesar 0,3%.
Capaian tersebut diraih pada kuartal ketiga yang berakhir Maret 2026, melampaui prediksi analis yang memperkirakan penurunan 0,8%.
Imbas dari laporan keuangan ini membuat saham perusahaan sempat melesat lebih dari 5% pada awal perdagangan di bursa London.
Lonjakan harga saham tersebut menempatkan perusahaan asal Inggris ini sebagai salah satu peraih keuntungan tertinggi di indeks FTSE 100.
Hasil positif ini memberikan ruang bernapas bagi Kepala Eksekutif Debra Crew setelah menghadapi tekanan akibat peringatan laba pada November lalu.
Tekanan sebelumnya dipicu oleh penumpukan stok barang yang tidak terjual di wilayah Amerika Latin dan Karibia (LAC).
Namun, wilayah LAC kini justru berbalik membukukan pertumbuhan penjualan yang signifikan mencapai 16,2%.
Pertumbuhan di LAC didorong aksi para distributor di Brasil yang mulai menyetok kembali barang menjelang turnamen sepak bola pada Juni.
Selain itu, momentum perayaan Paskah yang jatuh lebih awal turut mendongkrak penjualan produk siap minum atau ready-to-drink.
Sementara di Eropa, penjualan organik tumbuh sebesar 8,8% berkat tingginya permintaan bir Guinness dan pengaruh libur Paskah.
Pertumbuhan paling masif justru tercatat di wilayah Afrika sebesar 17,1% yang dipimpin oleh performa kuat di Tanzania, Uganda, dan Afrika Selatan.
Diageo kini tetap mempertahankan prospek performa untuk paruh kedua tahun fiskal 2026.
Perusahaan memproyeksikan tingkat pertumbuhan penjualan bersih organik secara garis besar akan serupa dengan paruh pertama tahun ini.