Remotopia Hadirkan Penyewaan Ekskavator Remote Control di Bekasi

Share

Usaha penyewaan mainan alat berat Remotopia menghadirkan arena permainan ekskavator berbasis remote control (RC) di kawasan Car Free Day Jalan Harapan Indah Boulevard, Kabupaten Bekasi, pada Minggu (17/5) pagi, yang digemari anak-anak hingga kalangan orang dewasa.

Tren permainan miniatur alat berat ini turut menarik perhatian Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, saat menghadiri acara Minerba Convex di Jakarta Convention Center pada Rabu (15/10/2025), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Saat mencoba mengoperasikan alat berat mini tersebut di arena pameran, seorang petugas stan memberikan panduan langsung mengenai fungsi tombol kendali kepada Menteri ESDM.

"Remotenya yang ini, Pak… dimajuin, Pak, di depanin," ucap seorang penjaga booth arena permainan alat berat mini sembari memberi arahan singkat kepada Bahlil.

Wahana edukatif ini didirikan oleh tiga orang guru sekolah dasar asal Bekasi sejak awal tahun 2025 dengan modal awal sebesar Rp5 juta, dan kini telah berkembang hingga menjaring 200 mitra di seluruh Indonesia.

Pemilik Remotopia menyaksikan langsung antusiasme pejabat publik tersebut saat mendatangi area pameran yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM.

"Saat itu, kita diundang untuk acara Kementerian ESDM, tepatnya di Minerba Expo, dan Pak Bahlil langsung bermain di tempat kami. Perasaannya sangat senang Pak Bahlil bisa bermain di tempat kita," kata Fathul Hadi, salah satu pemilik Remotopia.

Fathul menjelaskan bahwa ide bisnis ini bermula dari kenangan masa kecil bersama teman-teman sekolahnya yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah peluang usaha setelah melihat video referensi dari luar negeri.

"Dari teman (satu) SMP. Jadi, kita punya ide dari video-video di luar (tentang mainan eskavator menggunakan remote control) dan kita ngumpulin modal (untuk) buka-buka (usaha ini)," ujar Fathul Hadi.

Melalui media sosial, bisnis penyewaan ini menawarkan tiga paket kemitraan dengan harga Rp4 juta hingga Rp10 juta, yang berhasil menjangkau wilayah pelosok seperti Nabire dan Timika di Papua.

Pihak pengelola merasa bersyukur karena popularitas usaha ini tidak hanya mendatangkan keuntungan finansial tetapi juga memberikan nilai edukasi wirausaha kepada masyarakat luas.

"Tentunya ketika usaha ini sudah mulai viral (dan) banyak orang yang suka, kita juga (ikut) senang karena bisa membantu edukasi (kepada) masyarakat bahwasanya banyak usaha atau pekerjaan yang bisa diusahakan dan menghasilkan uang," kata Fathul.

Remotopia beroperasi setiap Kamis hingga Minggu di Marakash Square Babelan serta setiap Minggu pagi di CFD Transera Harapan Indah dengan tarif sewa Rp15 ribu sampai Rp25 ribu per sesi.

Petugas di lapangan selalu memberikan instruksi keselamatan serta penjelasan mengenai fungsi setiap fitur tombol kontrol kepada para pengunjung sebelum mereka mulai bermain.

"Ada juga tata cara atau peraturan untuk (pengunjung) bermain (seperti) tidak boleh memasuki arena dan yang lainnya juga. Di sini, ada fitur-fitur (dalam) remote yangtersedia (sehingga) harus digunakan sesuai kegunaan masing-masing," kata Fathul.

Dari operasional yang berlangsung selama empat jam sekali buka lapak, Remotopia mampu meraup omset sebesar Rp200 ribu hingga Rp400 ribu, disusul dengan perawatan rutin armada miniatur setelah digunakan.

"Jadi, kalau setelah main, kita bisa langsung membersihkan dan kita ada pengecekan setiap unitnya untuk dinamo dan mesin-mesinnya," kata Fathul.

Seorang pengunjung asal Yogyakarta yang menetap di Bekasi, Raihan, menyambut positif kehadiran wahana ini karena mengembalikan ingatan masa kecilnya sekaligus memberikan hiburan bagi anaknya.

"Ikut seneng.Anak seneng, saya (pun) ikut seneng juga ngelihatnya (membayangkan) masa kecilku dulu, ya," kata Raihan.

Raihan menambahkan bahwa permainan mekanis ini sangat efektif untuk melatih perkembangan motorik anak melalui aktivitas menggerakkan objek dan memindahkan material.

"Di sini, kebetulan remote control-nya juga tidak sekadar cepat, tapi juga (anak saya dilatih) motoriknya banyak seperti gerak, terus (bagaimana) ngambil barang, mindahkanbarang," kata Raihan.

Fathul membenarkan bahwa target pasar mereka meluas ke kalangan dewasa karena banyak dari mereka yang mencari hiburan positif di luar rutinitas sehari-hari.

"Dan, ada juga yang datang karena penasaran untuk menghibur semasa kecilnya yang belum bisa disampaikan (secara) tersiratnya (dari) mereka masing-masing," kata Fathul.

Popularitas mainan ini bahkan membuat beberapa pelanggan dewasa tertarik untuk membeli unit ekskavator remote control tersebut secara pribadi sebagai cinderamata.

"Ada salah satu customer kita bapak-bapak, awalnya dia ingin coba (karena penasaran) sampai benar-benar mencoba dan menyewa RC kami. Bahkan, sampai minta kontak kami (untuk) membelinya," kata Fathul.

Untuk jangka panjang, Remotopia berencana mencari investor guna memperluas bisnis dan berharap kehadiran permainan mekanis ini dapat mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap penggunaan gawai.

"Adanya permainan ini kita berharap terutama market utama kami anak-anak bisa menjauhi handphone atau kecanduan dari gadget. Kitaberharap masih banyak yang minat untuk bermain dengan RC (remote control)," kata Fathul.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author