Paris Saint-Germain Tekuk Arsenal Lewat Adu Penalti di Final
Klub Prancis Paris Saint-Germain berhasil meraih gelar juara Liga Champions 2025/2026 berturut-turut setelah menundukkan Arsenal lewat adu penalti dengan skor 4-3 di Budapest, Minggu (31/5/2026) dini hari WIB.
Pertandingan final tersebut harus dilanjutkan ke babak adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit, seperti dilansir dari Bola.
Arsenal membuka keunggulan lebih dulu melalui gol cepat Kai Havertz saat laga baru berjalan enam menit.
Kedudukan berubah imbang setelah pemain Paris Saint-Germain, Ousmane Dembele, mencetak gol melalui titik putih pada menit ke-65 akibat pelanggaran Cristhian Mosquera terhadap Khvicha Kvaratskhelia.
Gelandang Arsenal Declan Rice mengungkapkan kekecewaan mendalam atas hasil yang diraih timnya dalam laga pemungkas tersebut.
"Rasanya sangat menyakitkan. Sangat menghancurkan kalah di final Liga Champions lewat adu penalti," kata Rice.
Pemain asal Inggris tersebut menambahkan bahwa seluruh anggota tim telah berjuang maksimal dan melewati musim yang sangat panjang.
"Kami mencoba melihat perjalanan yang telah kami tempuh sebagai sebuah tim. Ini adalah musim yang luar biasa, pertandingan ke-63 kami di semua kompetisi malam ini, dan kami telah memberikan segalanya hingga titik ini." ujar Rice.
Kekalahan lewat drama penalti dinilai Rice sebagai bagian dari realitas sepak bola yang bisa dialami oleh tim mana pun.
"Kami berhasil membawa pertandingan ke adu penalti. Saya tahu banyak orang menyebutnya seperti lotre, tetapi memang begitulah sepak bola. Anda bisa menang atau kalah lewat penalti, dan beberapa tim terbaik dalam sejarah juga pernah kalah melalui adu penalti di final. Malam ini kami yang merasakan hal itu. Yang jelas, kami menang bersama dan kalah bersama," imbuh Rice.
Meskipun gagal membawa pulang trofi, Rice menyatakan tetap mengapresiasi kerja keras yang ditunjukkan oleh seluruh rekan setimnya.
"Saya sangat bangga dengan tim ini dan para pemain ini. Musim yang luar biasa, benar-benar luar biasa. Saya tidak bisa cukup memuji semua orang," kata Rice.
Evaluasi menyeluruh tetap dilakukan oleh Rice dengan melihat perkembangan performa tim sejak awal musim kompetisi dimulai.
"Tentu saja saya sangat kecewa, tetapi saya juga mencoba melihat gambaran besarnya, dari saat kami memulai musim pada Juli tahun lalu hingga posisi kami sekarang. Ini adalah perjalanan yang luar biasa sepanjang musim ini. Kami akan kembali lagi." ujar Rice.